Swatch x Audemars Piguet Rilis Royal Pop, Kolaborasi Jam yang Bikin Heboh
Kolaborasi mengejutkan kembali terjalin, kali ini datang dari dunia horologi. Setelah sukses menggandeng Omega dan Blancpain, kini Swatch resmi bekerja sama dengan merek jam tangan mewah Audemars Piguet.
Meski belum merilis gambar resmi produknya, kolaborasi ini sudah menjadi perbincangan luas, bahkan di luar komunitas penggemar jam tangan.
Kolaborasi Swatch sebelumnya terbukti sukses besar. Pada 2022, Swatch merilis "MoonSwatch", versi lebih terjangkau dari model Speedmaster milik Omega, dengan harga sekitar US$ 260. Produk tersebut langsung menjadi fenomena global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesuksesan itu berlanjut lewat kolaborasi dengan Blancpain melalui reinterpretasi jam selam legendaris Fifty Fathoms dalam versi lebih ramah kantong.
Namun, kerja sama terbaru ini dinilai lebih mengejutkan. Pasalnya, Audemars Piguet bukan bagian dari grup Swatch, berbeda dengan Omega dan Blancpain yang berada di bawah naungan yang sama.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai bentuk akhir produk "Royal Pop". Namun, sejumlah petunjuk mengarah pada kemungkinan bahwa jam ini akan berbentuk jam saku.
Teaser awal dari Swatch menampilkan tali berwarna cerah yang menyerupai gantungan atau lanyard, yang diduga dapat dikaitkan dengan jam saku. Selain itu, desainnya disebut akan mengusung karakter khas model Royal Oak milik Audemars Piguet, terutama bentuk oktagonal ikonisnya.
Produk perdana Royal Pop dijadwalkan rilis pada Sabtu, 16 Mei, dan hanya tersedia secara langsung di toko-toko Swatch tertentu.
Sejumlah gerai Swatch di berbagai negara telah menampilkan instalasi promosi bertema pop-art. Visual yang digunakan terinspirasi dari karya Andy Warhol, lengkap dengan elemen warna cerah dan ilustrasi mesin otomatis Sistem51 milik Swatch.
Konsep "Pop" sendiri bukan hal baru bagi Swatch. Pada 1986, brand ini pernah meluncurkan lini jam yang bisa dilepas dari bingkainya dan digunakan sebagai bros, gantungan tas, hingga jam saku.
Melihat arah kampanye terbaru, besar kemungkinan Royal Pop akan mengadopsi konsep serupa-menjadikannya aksesori multifungsi, bukan sekadar penunjuk waktu.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan pandangan mantan CEO Audemars Piguet, François-Henry Bennahmias. Ia pernah menyatakan bahwa kolaborasi seperti MoonSwatch merupakan langkah positif untuk mengenalkan dunia horologi kepada generasi muda.
"Kolaborasi ini ide yang luar biasa, dan sama sekali tidak memengaruhi integritas Omega, terlepas dari apa yang kita dengar," ungkapnya kepada Luxury Tribune pada 2022 seperti dikutip GQ.
Menariknya, Audemars Piguet juga baru saja kembali mengeksplorasi jam saku melalui model "150th Heritage" yang dirilis beberapa bulan lalu. Model tersebut merupakan salah satu karya paling kompleks yang pernah diproduksi brand tersebut.
Secara historis, AP memang memiliki rekam jejak kuat dalam pembuatan jam saku. Salah satu modelnya, "Grosse Pièce", bahkan pernah terjual hingga US$ 7,7 juta dalam lelang di Sotheby's.
Melihat antusiasme pasar, peluncuran Royal Pop diperkirakan akan memicu antrean panjang, serupa dengan perilisan MoonSwatch sebelumnya yang sempat menyebabkan kerumunan besar di berbagai kota dunia. Untuk sementara ini, jam tersebut hanya tersedia di toko Swatch terpilih di Amerika Serikat.
(dtg/dtg)










































