Menandai lima tahun eksistensinya, Tobatenun mempersembahkan koleksi resort wear perdananya. Kali ini, hasil eksperimental terbaru dalam teknik celup warna menjadi tawaran.
Sejak didirikan pada 2018 oleh Kerri Na Basaria, jenama dengan spirit wirausaha sosial mengedepankan sinergi hulu ke hilir komunitas perajin tenun Batak. Pewarnaan alam secara mandiri termasuk di dalamnya.
Komitmen tersebut terwujud ketika Tobatenun memperkenalkan rumah pewarnaan alam Jabu Borna tahun lalu. Berlokasi di Pematang Siantar, Jabu Borna mengawali komitmen Tobatenun untuk menghasilkan pewarnaan alami buat benang-benang yang bakal diolah sebagai produk tenunan.
Dalam perjalanannya, kreasi celup kemudian dikembangkan. Tak hanya benang, tapi juga lembaran kain jadi. Hasil eskperimen tersebut lantas dikemas dalam koleksi resort yang bertajuk 'Terbit'.
"Tahun ini untuk anniversary yang ke-5, kami mencoba eksplor lagi, yakni mencelup dan mewarnai kain," kata COO Tobatenun Melvi Tampubolon saat peluncuran koleksi 'Terbit' di Alun-Alun Grand Indonesia, Rabu (9/8/2023).
Butuh waktu hampir setahun bagi Tobatenun dan tim Jabu Borna hingga akhirnya mendapat hasil akhir pencelupan yang sesuai dengan standar.
Teknik pencelupan kain - atau di Jepang lebih dikenal dengan istilah shibori - yang digunakan mereka beragam, mulai dicelup dengan pipa hingga kelereng. Tujuannnya untuk menghasilkan corak yang berbeda-beda.
"Kelereng dibungkus dengan kain yang akan dicelup. Prosesnya sendiri bisa sampai mengggunakan 600 biji gundu," ungkap Melvi.
Terasa senada dengan makna kata terbit' yang berarti kemunculan, tajuknya sendiri memang berkenaan dengan matahari yang tercerminkan dari pemilihan warna.
"Warna-warnanya seperti langit saat fajar, ada biru dari tumbuhan indigo dan orange kekuningan dari kulit kayu tingi," kata Agus Handoyo yang memimpin tim Rumah Pewarnaan Alam Jabu Borna.
Koleksi yang tersaji terdiri dari 12 set busana pria dan wanita. Hadir pilihan terusan longgar bersiluet A hingga outerwear yang dihiasi aksen berupa tenun kontemporer karya perajin atau partonun di Tanah Batak. Adapun busana pria didominasi kemeja berlengan lebar.
Bahan yang breathable seperti katun hingga linen semakin memperkuat karakter koleksi ini sebagai koleksi resort yang kasual dan santai.
Pada peluncuran koleksi 'Terbit' ini, Tobatenun turut memamerkan karya-karya tenun kreasi yang bertajuk 'Pancarona', buah kolaborasi antara Tobatenun dan mitra partonun sekaligus praktisi seni dalam rumah komunitas Jabu Bonang.
Simak Video "Warna Nusantara di Bali Fashion Trend 2025"
(dtg/dtg)