Desain Bajunya Selalu Dijiplak, Apa Keistimewaan Motif Sapto Djojokartiko?
Plagiarisme masih lumrah terjadi di ranah mode Indonesia. Sapto Djojokartiko termasuk satu dari banyak desainer Tanah Air yang kreasinya sering dijiplak. Lantas bagaimana ia menghadapi masalah ini? Apa yang spesial dari estetika desain Sapto sampai membuat para plagiat 'terinspirasi'?
Bagi pecinta karya Sapto, mungkin sudah tidak asing dengan kreasinya yang bergaris desain feminin dalam warna-warna lembut. Motif yang memadukan elemen tradisional dan geometris juga menjadi daya tarik tersendiri. Koleksinya pun jamak menemani penampilan para pesohor.
Namun, butuh waktu bertahun-tahun bagi Sapto untuk menemukan 'identitas' tersebut terhitung sejak meluncurkan label Sapto Djojokartiko pada 2008. Pada saat ciri khasnya sudah terbentuk, muncul pihak-pihak yang meniru tanpa izin demi keuntungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin membuat desain saya lebih mudah dicerna konsumen. Namun di sisi lain, ada bagian dalam diri saya yang ingin terus mencari tantangan untuk membuat sesuatu yang baru. Bersamaan itu juga, banyak orang yang mulai mengikuti estetika brand Sapto baik dari segi desain dan motif," ujar Sapto saat berbincang dengan Wolipop di workshop-nya yang berada di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, baru ini.
Raline Shah menghadiri Cannes Film Festival 2023 dalam balutan gaun putih rancangan Sapto Djojokartiko. (Foto: Corbis via Getty Images/Stephane Cardinale - Corbis) |
Parahnya, lanjut Sapto, ada sejumlah pihak yang mengklaim desain tersebut buat mereka. Tak sedikit pula yang mengaku sebagai distributor resmi Sapto Djojokartiko. "Padahal itu tidak benar," tambah pria yang lahir dan besar di Solo ini.
"Awal-awalnya saya tanggapi dengan santai. Okay, I'm flattered, karya saya bisa menginspirasi orang-orang. Lalu tiba fasenya yang menurut saya ini sudah sangat berlebihan karena mereka sudah berani mengklaim," tambahnya.
Koleksi Lebaran 2022 karya Sapto Djojokartiko (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Jalur hukum sudah ditempuh Sapto dengan melayangkan somasi kepada pihak yang terang-terangan menjiplak karya Sapto. Namun, bak peribahasa 'mati satu tumbuh seribu', makin banyak Sapto KW yang bermunculan. "Saya nggak mau habisin energi hanya untuk masalah ini," ujar Sapto yang telah mendaftarkan puluhan motif dan desainnya sebagai Hak Kekayaan Intelektual.
Cara lain yang sedang ditempuh Sapto untuk menangkal plagiarisme adalah mengedukasi lewat media sosial. Belakangan, Sapto dan timnya tengah giat mempromosikan sebuah kampanye yang mengangkat proses di balik pembuatan motif khasnya.
"Bahwa desain motif tidak muncul begitu saja. Prosesnya sangat panjang, jadi kita harus menghargai karya tersebut," tegas desainer yang lulus ESMOD Jakarta dengan predikat Best Pattern Maker ini.
Sapto Djojokartiko di Fashion Nation 2017 (Foto: Mohammad Abduh/Wolipop) |
Terinspirasi Gebyok
Penara menjadi motif 'jagoan' yang ditawarkan Sapto. Ia mulai memperkenalkan motif ini saat merilis koleksi Spring 2017.
"Sampai sekarang, motif ini masih disukai customer. Oleh karena itu, setiap merilis koleksi baru, kami tetap menghadirkannya tapi dengan formula yang berbeda agar mereka tidak bosan," kata Sapto.
Ia mengungkapkan, sumber inspirasi motif Penara berasal dari motif gebyok, pintu gerbang kayu penuh ukiran yang lumrah ditemui di rumah tradisional khas Jawa. Sapto lalu meramunya dengan elemen geometris sehingga terasa modern.
Koleksi Sapto Djojokartiko Spring/Summer 2023 (Foto: Abduh/Detikcom) |
"Ada unsur tradisional, tapi tidak kelihatan etnik. Mungkin itu yang membuat banyak pelanggan Sapto menyukainya," jawabnya saat ditanya daya tarik dari motif tersebut.
Penara lantas kembali menyemarakkan karya terbaru Sapto untuk Spring-Summer 2023. Motif tersebut kini hadir dalam koleksi yang didominasi oleh warna-warna neon sehingga terasa berbeda dari sebelumnya.
Koleksi Spring-Summer 2023 kian spesial karena berlangsung di Gedung Filateli, sebuah bangunan bersejarah peninggalan era koloni yang berlokasi di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Koleksi ini sekaligus menandai peragaan offline perdana Sapto Djojokartiko setelah dua tahun absen karena pandemi COVID-19.
(dtg/dtg)
Elektronik & Gadget
Bikin Sejuk Dimanapun Kamu! Intip 3 Rekomendasi Kipas Mini Portable Di Bawah 200 Ribu
Hobbies & Activities
4 Novel Ini Menggugah Rasa dan Pikiran, Layak Dibaca Sekali Seumur Hidup
Elektronik & Gadget
Vivo iQOO 15: Flagship Baru Super Kencang dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 & Layar 144Hz
Elektronik & Gadget
KiiP Wireless EW56: Power Bank Magnetik yang Bikin Hidup Lebih Praktis
Begini Cara Menyimpan Perhiasan Emas dan Berlian Agar Kinclongnya Awet
Emas Batangan Vs Perhiasan Emas, Mana yang Lebih Cuan Jadi Investasi?
Putih Jadi Warna 2026, Pantone Dihujani Kritik dan Tuduhan Tonedeaf
Sambut Natal 2025, Coach Hadirkan Evolusi Tabby Bag Bernuansa Quiet Luxury
Bukan Tas atau Sepatu, Hermes Jual Plester Luka Rp 3,2 Juta, Ini Istimewanya
Pesona Shaloom & London Jadi Model Catwalk, 2 Putri Wulan Guritno Memukau
Cinta Segitiga Berakhir Maut, Wanita Bunuh Eks Suami Setelah Nikahi Putranya
Didominasi Superhero! Ini 10 Aktor Paling Tampan di 2025
Daftar Makanan yang Mengandung Antioksidan Terbaik untuk Rambut Sehat & Kuat














































![Fashion Show Sapto Djojokartiko Koleksi Sapto Djojokartiko di Fashion Nation 2017. Senayan City. Jakarta. [Foto: Mohammad Abduh/Wolipop]](https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2017/04/10/63bab9f4-ecce-486e-b4da-3bed95e8633f.jpg?w=3888)
