ADVERTISEMENT

Sejarah Mutiara Selalu Dipakai Keluarga Kerajaan Inggris saat Berduka

Daniel Ngantung - wolipop Senin, 19 Sep 2022 13:45 WIB
GUILDFORD, ENGLAND - SEPTEMBER 16: Catherine, Princess of Wales meets with military personnel during a visit to Army Training Centre Pirbright on September 16, 2022 in Guildford, England. The Prince and Princess of Wales are visiting the training centre to meet troops from the Commonwealth who have been deployed to the UK in order to take part in the funeral of Queen Elizabeth II, which will take place on September 19. (Photo by Samir Hussein/WireImage) Foto: Samir Hussein/WireImage/Samir Hussein
London -

Memikirkan penampilan mungkin adalah hal terakhir yang terlintas di benak saat berduka. Namun, tidak berlaku demikian bagi keluarga Kerajaan Inggris yang eksistensinya selalu dinilai berdasarkan pilihan busana dan aksesori. Dengan karakternya yang lebih membumi, mutiara lantas menjadi andalan mereka untuk meratapi kepergian orang tercinta dalam gaya.

Selama sepekan terakhir sejak Ratu Elizabeth II meninggal, keluarga kerajaan Inggris berkabung dengan busana serba hitam saat muncul di hadapan publik. Ada aksesori yang jamak terlihat pada penampilan para perempuannya, yakni perhiasan mutiara. Entah itu dalam bentuk kalung, anting, atau bros.

LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 14:  Catherine, Princess of Wales and Prince William, Prince of Wales leave after a service for the reception of Queen Elizabeth II's coffin at Westminster Hall, on September 14, 2022 in London, United Kingdom. Queen Elizabeth II's coffin is taken in procession on a Gun Carriage of The King's Troop Royal Horse Artillery from Buckingham Palace to Westminster Hall where she will lay in state until the early morning of her funeral. Queen Elizabeth II died at Balmoral Castle in Scotland on September 8, 2022, and is succeeded by her eldest son, King Charles III. (Photo by Ben Stansall - WPA Pool/Getty Images) Pangeran dan Putri Wales, William dan Kate Middleton (Foto: Ben Stansall - WPA Pool/Getty Images)

Berstatus figur publik, keluarga kerajaan Inggris dituntut untuk selalu berpenampilan maksimal di segala kesempatan. Bahkan dalam suasana duka sekalipun. Untuk situasi seperti ini, perhiasan glamor dengan berlian warna-warni, atau emas yang mencolok tentu bukan sebuah opsi. Alih-alih, mereka mengandalkan mutiara.

Vivienne Becker, seorang pakar sejarah perhiasan sekaligus penulis, mengatakan memakai mutiara saat berduka sudah menjadi sebuah tradisi di kalangan keluarga kerajaan.

"Semuanya tentang mengurangi warna, dan mutiara tidak berkilauan atau mengilap. Memilih mutiara, berarti Anda sedang membumi dan bersikap hormat," katanya seperti dikutip Vogue.

Queen Victoria in 1899 at the age of 78, (1901). Victoria (1819-1901), was the longest reigning British monarch. She ruled from 1837 until 1901. (Photo by The Print Collector/Print Collector/Getty Images)Lukisan Ratu Victoria karya Heinrich von Angeli pada 1899. (Foto: Print Collector/Getty Images/Print Collector)

Zaman Renaissance, Ratu Elizabeth I memakai perhiasan mutiara untuk mempertegas citranya sebagai ratu perawan. Baginya, mutiara menyimbolkan kesucian dan kemurnian walau mutiara saat itu lebih diasosiasikan dengan kekuasaan dan kekayaan karena statusnya yang sangat langka.

Baru pada era Ratu Victoria, mutiara mulai erat kaitannya dengan suasana belasungkawa. Saat masih berusia 42 tahun, Ratu harus kehilangan suami tercintanya, Pangeran Albert, pada 1861. Selama 40 tahun Ratu Victoria berkabung.

Peristiwa tersebut ternyata melahirkan standar baru etika berduka orang Inggris, khususya para janda, seperti ditulis oleh Clare Phillips, kurator perhiasan di Victoria and Albert Museum, dalam buku 'Jewels and Jewellery'.

Left to right: Queen Elizabeth, Queen Elizabeth the Queen Mother, widow of King George VI, and Queen Mary at London King's Cross railway station for the arrival of the special train bringing the coffin of King George VI from Sandringham, 11th February 1952. The king's coffin will be drawn in procession to Westminster Hall, where it is to lie in state for three days before the funeral.Keluarga menantikan kedatangan peti Raja George VI di stasiun King Cross pada Februari 1952. Anak pertamanya, Ratu Elizabeth II, saat itu masih menjadi putri, tampil serba hitam bersama ibu dan neneknya. Mereka juga kompak dengan perhiasan mutiara. (Foto: Bettmann Archive/Bettmann)

"Pada 1860-an, seorang janda harus berpakaian hitam selama setahun setelah suaminya meninggal dan memakai perhiasan jet murni ," tulis dia. Jet adalah bebatuan permata berwarna hitam pekat.

Ia lalu menambahkan, "Perlahan-lahan, janda boleh memakai mutiara dan berlian, lalu tahap terakhir batu yang berwarna. Beberapa janda mengikuti jejak Ratu Victoria, tidak memakai perhiasan yang berlebihan."

Sebuah lukisan karya Heinrich von Angeli pada 1899 memperlihatkan Ratu Victoria pada usia 78 sedang duduk termenung. Berbalut busana serba gelap, ia terlihat memakai kalung mutiara yang menjuntai. Gelang yang dihiasi sebuah mutiara besar juga melingkar di pergelangan tangan kirinya.

Keluarga Kerajaan Inggris terus mempertahankan tradisi memakai mutiara untuk momen-momen berkabung dari generasi ke generasi. Apalagi, porsi perhiasan mutiara mereka terbilang cukup besar dalam koleksi perhiasan kerajaan.

Ratu Elizabeth II memakai salah satu di antaranya saat menantikan kedatangan peti ayahnya, Raja George VI, di stasiun King Cross, pada Februari 1952. Ia datang bersama ibunya dan sang nenek, Ratu Mary, yang juga sama-sama berbusana serba hitam dengan aksesori mutiara yang terlihat di balik veil.

MONACO - SEPTEMBER 18: Diana, Princess of Wales, wearing a black dress and black boater hat with a netted veil and a heart shaped diamond necklace which was a gift from Prince Charles, Prince of Wales to mark the birth of Prince William,  attends the funeral of Princess Grace of Monaco on September 18, 1982 in Monaco. (Photo by Anwar Hussein/Getty Images)Putri Diana di pemakaman Putri Grace dari Monako pada 1982. (Foto: Getty Images/Anwar Hussein)

Kalung berhiaskan sebuah mutiara besar turut menemani Putri Diana yang sedang berduka atas wafatnya Putri Grace dari Monako pada 1982. Ia juga memakai kalung mutiara di acara pemakaman sahabatnya, desainer Gianni Versace, pada Juli 1997.

Mengikuti jejak mendiang ibu mertuanya, Kate Middleton dan Meghan Markle kompak memakai perhiasan mutiara saat mengikuti proses persemayaman Ratu Elizabeth II di Westminster Hall beberapa hari lalu. Perhiasan tersebut sama-sama pemberian Ratu.

Dalam kesempatan yang sama, Ratu consort Camilla, pun enggan melewatkan masa duka tanpa mutiara. Ia tampak memakai kalung mutiara empat baris dan anting senada.

Britain's Princess Anne, Princess Royal (C) and her husband Vice Admiral Timothy Laurence leave St Giles' Cathedral in Edinburgh on September 13, 2022 to follow a hearse carrying the coffin of Queen Elizabeth II to Edinburgh airport. - Charles III on Tuesday made his maiden visit to Northern Ireland as king, as he tours all four nations of the United Kingdom before next week's state funeral of his mother Queen Elizabeth II. The casket will be flown on Tuesday evening to London, where huge crowds are expected to pay their respects as she lies in state from Wednesday evening until her funeral on Monday morning. (Photo by Oli SCARFF / AFP) (Photo by OLI SCARFF/AFP via Getty Images)Putri Anne saat mendampingi peti Ratu Elizabeth II di Skotlandia. (Foto: AFP via Getty Images/OLI SCARFF)

Lain halnya dengan Putri Anne yang juga bersolek dengan mutiara, tapi pilihannya lebih sarat sentuhan personal. Saat mendampingi peti ibunya diantar dari Skotlandia menuju London, ia memakai anting mutiara Andrew Grima pemberian kedua orangtuanya pada 1960-an.

Anting yang sama juga menemani penampilan duka Putri Anne saat pemakaman ayahnya, Pangeran Philip. Anting tersebut menjadi simbol tersendiri yang menyatakan kedekatannya dengan orangtua tersayang.

Sembari berduka atas wafatnya Ratu Elizabeth II, Inggris siap menyongsong hari baru di bawah kekuasaan Raja Charles III.

Melanie Georgacopoulos, seorang pemilik rumah perhiasan mutiara, memaknai mutiara sebagai bagian penting dari momen bersejarah tersebut. "Mutiara ikut ambil peran untuk mewakili sebuah kepergian yang mengakhiri sesuatu, di sisi lain menjadi sebuah awalan," katanya.

LONDON, ENGLAND - JUNE 05: Queen Elizabeth II waves from the balcony of Buckingham Palace during the Platinum Jubilee Pageant on June 05, 2022 in London, England. The Platinum Jubilee of Elizabeth II is being celebrated from June 2 to June 5, 2022, in the UK and Commonwealth to mark the 70th anniversary of the accession of Queen Elizabeth II on 6 February 1952.  (Photo by Chris Jackson/Getty Images)Ratu Elizabeth II di perayaan 70 tahun bertakhta pada Juni 2022. (Foto: Getty Images/Chris Jackson)



Simak Video "Momen Pangeran William-Kate Middleton Temui Warga di Sandringham"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)