Pilpres AS 2020, Chanel sampai Louis Vuitton Tutup Toko

Hestianingsih - wolipop Rabu, 04 Nov 2020 12:14 WIB
(FromR) Chief Executive of LVMH (Louis Vuitton Moet Hennessy) Bernard Arnault, CEO of Louis Vuitton Michael Burke and US President Donald Trump visit the new Louis Vuitton factory in Alvarado (40 miles south of Fort Worth), Johnson County, Texas on October 17, 2019. - A workshop of the French brand Louis Vuitton will be inaugurated in Texas by Donald Trump, in the presence of Bernard Arnault, CEO of LVMH, who had indicated to the American President in 2017 that he was ready to invest more in the United States. (Photo by Nicholas Kamm / AFP) Donald Trump saat berkunjung ke pabrik Louis Vuitton di Alvarado, Texas pada 17 Oktober 2019. Foto: Nicholas Kamm / AFP
New York City -

Pilpres AS 2020 atau Pemilihan presiden Amerika Serikat berlangsung hari ini. Penghitungan hasil suara pilpres pun masih kejar-kejaran antara Joe Biden dan Donald Trump.

Di hari Pilpres AS 2020 ini sejumlah brand fashion ternama memilih menutup butik mereka. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kerusuhan terkait persaingan ketat antara calon presiden dari Partai Republik dan Partai Demokrat tersebut.

Seperti diberitakan Hypebae, brand ternama seperti Chanel, Louis Vuitton dan Dior menutup toko mereka di New York City. Mereka juga memasang lapisan papan triplek di depan etalase dan kaca toko.

Langkah ini diambil untuk mencegah produk-produk mereka jadi korban penjarahan apabila protes sampai terjadi. Sebab Pilpres AS 2020 kali ini sangat berpotensi memicu gelombang demonstrasi yang sering kali berujung pada kerusuhan dan penjarahan.

Chanel, Louis Vuitton dan Dior berkaca dari peristiwa protes besar-besaran terkait kematian warga kulit hitam George Floyd di tangan polisi. Kala itu aksi protes menjadi ricuh dan barang-barang berharga puluhan hingga ratusan juta rupiah rusak hingga raib.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan 'setuju' untuk menerima hasil Pilpres AS 2020 jika dia meyakini ada 'manipulasi'. Seperti dilansir CNN, Rabu (30/9/2020), pernyataan Trump itu disampaikan saat debat capres di Cleveland, Ohio, membahas topik integritas pemilu.

Hasil penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengungguli Joe Biden di Florida, ketika hampir semua kertas suara telah dihitung. Pertarungan juga ketat di negara bagian kunci pertarungan lainnya, seperti Georgia, Pennsylvania, Wisconsin, Michigan, Arizona, Ohio, Texas, dan North Carolina.

Sejauh ini beberapa negara bagian yang menjadi kantung kekuasaan Demokrat dan Republik telah merampungkan pemungutan suara dan belum ada kejutan berarti.

(hst/hst)