Industri Fashion Diterpa Corona

Ria Miranda Ungkap Imbas Pandemi Corona Pada Bisnis Busana Muslim

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 05 Apr 2020 07:04 WIB
ria miranda Ria Miranda. Foto: instagram @riamiranda
Jakarta -

Wanita bernama lengkap Indria Miranda atau lebih dikenal dengan Ria Miranda, termasuk salah satu perancang busana muslim yang karyanya selalu laris-manis. Namun kini Ria merasakan penurunan penjualan pada busana muslim rancangannya imbas dari pandemi corona yang kini sudah menyebar ke seluruh dunia.

Di tengah pandemi COVID-19 ini, Ria Miranda merasakan dampaknya pada penjualan di butik miliknya yang berada di berbagai kota besar di tanah air. "Lumayan terasa ada penurunan sales sebesar 30%, traffic yang sangat terasa ke offline store," ujar Ria saat berbincang dengan Wolipop, Kamis (2/4/2020).

Penurunan penjualan di butik ini menurut Ria menjadi pelajaran pihaknya untuk memperbaiki sistem online shop dari brandnya Riamiranda. Menurutnya momen adanya pandemi corona ini juga membuat konsumennya jadi mau tak mau harus belanja secara online.

"Jadi ini perpindahan customer behavior, karena memang customer kita tidak terlalu tech savvy, jadi ini juga new experience buat customer," ujar Ria.

Desainer 34 tahun ini mengatakan saat ini hanya 20% dari 26 butiknya yang tersebar di berbagai kota di Indonesia yang masih buka dan melayani pembeli. Sisanya tutup dan mengalihkan penjualan seluruhnya ke online. Penjualan melalui online ini juga mengalami sedikit kendala akibat dampak COVID-19.

Busana muslim karya Ria Miranda.Busana muslim karya Ria Miranda. Foto: Dok. Instagram @fashionrhapsody.official

"Keluhan terjadi di pengiriman yang ada keterlambatan karena memang logistik juga sedang melakukan adjustment," ucapnya.

Saat ini Ria Miranda terus melakukan berbagai penyesuaian dan trik agar penjualan dari busana muslimnya tetap stabil. Apalagi sebentar lagi akan memasuki Ramadhan dan Lebaran 2020, di mana biasanya busana muslim banyak dicari.

Ria Miranda sendiri sudah menyiapkan koleksi busana muslim untuk Ramadhan dan Lebaran 2020.

"Sudah produksi untuk koleksi Lebaran, posisinya tinggal distribusi aja ke-26 toko cabang kita. Hanya sekarang alokasi untu website ria miranda lebih banyak. Persiapan lebaran sudah dilakukan sejak 2018, jadi ketika ini semua terjadi kita tinggal 20% finalisasi. Hanya ada satu koleksi eksklusif untuk Galeries Lafayette yang tidak bisa selesai karena faktor external dari suppliernya," katanya.

Ria Miranda pun melakukan sejumlah cara untuk menjaga antusiasme konsumennya menjelang Ramadhan dan Lebaran 2020. "Antusiasme kita jaga dengan melakukan engagement dengan customer melalui online, seperti IG Live, Zoom Conference dan melakukan social activation. Customer justru mengharapkan koleksi Ramadhan ini lebih cepat dilaunching," ujar desainer lulusan ESMOD Jakarta itu.

Sebagai entrepeneur Ria mengaku dirinya merasa dilema di tengah pandemi corona ini. Di satu sisi dia merasa seharusnya berempati dengan sesama, namun di sisi lain dia juga harus tetap menjalankan penjualan baju muslimnya karena memiliki tanggungjawab untuk menggaji karyawannya.

"Untuk menyeimbangi, kita juga mengambil peran dengan membuat masker dari sisa potongan kain dan bantu menjahitkan APD dari pesanan teman kita. Ini momen kita untuk menjalani rencana sustainability," tutur desainer asal Padang itu.

Ria bersyukur dia dan timnya bisa ikut membantu masyarakat dan tim medis dengan membuat masker dan APD. Dan di sisi lain dia juga merasa bersyukur masih dapat memberikan gaji dan THR pada karyawannya

"Sistem gaji masih normal, alhamdulillah kita masih bisa bertahan dari cadangan dana cash flow yang ada sampai dengan THR. Tidak ada perubahan, malah kita memberi insentif berupa kesehatan dan makan siang," jelas Ria.

Ria mengatakan penurunan penjualan pada industri fashion ini tak hanya dirasakannya. Dia kerap mendapat beberapa curahatan dari rekan sesama desainer mengenai efek corona pada bisnis fashion mereka.

"Curhatan terkait dengan traffic khususnya yang punya toko di mall. Alhamdulillah kita bisa sama sama saling support dan menguatkan satu sama lain. Bahkan kita akan bersatu untuk membuat sebuah gerakan Local Brand Bangkit di akhir April 2020 ini. Kini saatnya kita berdiri dari kemampuan kita sendiri, produksi lokal akan mendukung perekonomian negeri sendiri," pungkasnya.



Simak Video "Patricia Gouw Dibikin Kaget dengan Protokol Covid-19 di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)