40 Tahun Berkarya, Itang Yunasz Perdana Angkat Kain Daerah Asalnya

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 14 Nov 2019 17:22 WIB
Foto: Silmia Putri/Wolipop Foto: Silmia Putri/Wolipop

Jakarta - Sudah hampir 40 tahunItangYunasz melanglang buana di ranah mode Indonesia. Ragamwastra Nusantara sudah pernah diolahnya dari batik sampai tenundoyok dariKalimantan. Namun, belum pernah sekalipun ia mengangkat kain dari daerahasalalnya sendiri:Sumatera Barat (Sumbar). Sampai akhirnya, hal itu terwujud juga.

Ikut ambil bagian di hari pertama Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), Kamis (14/11/2019), Itang menyuguhkan koleksi bertajuk 'NuSZantara untuk Dunia'. Untuk koleksi tersebut, Itang memberdayakan songket buatan perajin Sumbar binaan Yensi Putri dari Songket Chaniago dan Yulia Fatma dari Songket Nasyarinda.

Lantas, apa yang membuat Itang akhirnya mau mengangkat songket khas Sumbar?

"Tanya orang Sumbar aja, kenapa nggak lirik saya. Hahaha. Saya lahir di Jakarta, orangtua lahir di Sumbar. Dan banyak orang Sumbar pikir saya dari Manado," ungkap Itang yang ditemui Wolipop jelang peragaan di JCC, Jakarta.



[Gambas:Instagram]

Koleksi ini bermula ketika Itang diminta kembali oleh Bank Indonesia untuk mengolah produk wastra dari UKM yang berada di bawah naungan mereka. Ada tiga opsi: kain dari Aceh, songket Palembang atau Sumbar.

Itang mangaku, karena belum terlalu memahami karakter kain dari Aceh dan sudah terlalu sering mengolah songket Palembang, maka pilihannya pun jatuh pada songket. "Songket Sumbar sekarang sudah dicampur dengan sutra, jadi tidak sekaku dulu sehingga lebih mudah diolah," kata desainer kelahiran 31 Desember 1958 itu.

Di tangan dingin Itang, songket mewujud sebagai delapan tampilan busana muslim dengan gaya bertumpuk yang dekonstruktif. Untuk menjadikan sebuah busana, kain tidak dipotong tapi diolah dengan teknik melipat.

Selain untuk menjaga keindahan asli kain, teknik melipat juga dapat meminimalisir limbah kain agar sesuai dengan tema ramah lingkungan yang diusung ISEF 2019. "Sisa potongan dari kain yang lama juga saya manfaatkan," tambah Itang.





Simak Video "Mantap! Limbah Paralon Disulap Jadi Miniatur Kereta"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/eny)