Sneakers Lokal Tetap di Hati Meski Produk Luar Marak di Pasaran

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 12 Nov 2019 17:31 WIB
Sneakers buatan brand lokal Compass di Urban Sneaker Society (USS) 2019. Tampak antrean mengular di luar untuk mendapatkan sneakers tersebut. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop) Sneakers buatan brand lokal Compass di Urban Sneaker Society (USS) 2019. Tampak antrean mengular di luar untuk mendapatkan sneakers tersebut. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Jakarta - Di tengah gempuran sneakers keluaran merek internasonal, sepatu jenis kets buatan dalam negeri ternyata tak kehilangan peminat. Sneakers lokal tetap di hati pecintanya.

Di jajaran produsen sneakers lokal, terdapat nama seperti Compass dan Piero yang merupakan pemain lama tapi masih eksis sampai saat ini. Keduanya ambil bagian di perhelatan Urban Sneaker Society (USS) 2019 di District 8, SCBD, Jakarta, pada 8-10 November.

Antrean di depan booth Compass di USS 2019.Antrean di depan booth Compass di USS 2019. Foto: Daniel Ngantung/Wolipop

Gladys Kahar, anak dari pendiri Compass Gunawan Kahar, mengatakan merek sneakers ini sudah ada sejak 1998. Namun, baru setahun terakhir ini nama Compass mulai menggaung setelah melakukan rebranding.

"Selain itu momennya juga pas dengan Asian Games 2018 yang membangkitkan rasa nasionalisme masyarakat. Orang-orang jadi mulai bangga pakai produk lokal," kata Gladys kepada Wolipop.

Hasilnya, ratusan orang mengantre demi membeli sneakers Compass di USS 2019. Antrean tampak mengular dari depan Compass, bahkan sampai melewati 5-6 booth di sampingnya, Jumat (8/11/2019). Keramaian yang mencolok itu tak terlihat di booth lain yang kebanyakan menawarkan sneakers dari brand mancanegara.

Produk Sneakers Compass.Produk Sneakers Compass. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)


"Saya sudah antre dari jam 2 pagi di depan gedung," kata Ricky dari Cikupa, Tangerang, Banten, saat ditemui Wolipop. Ia bahkan sempat bertemu orang yang sudah mengantre sejak pukul 20.00 sehari sebelumnya.

Menurut Gladys, kesuksesan Compass bukan karena strategi pemasaran semata. Kualitas sepatu Compass juga menjadi penentu utama sehingga mampu bersaing dengan produk luar negeri. "Materialnya twill. Bahannya nggak setebal kanvas dan lebih lentur, jadi nyaman dipakai," ungkap Gladys.

Produk unggulan Compass antara lain Gazelle dengan model 'high' dan 'low' sneakers, lalu 'Research & Destroy'. Harganya mulai dari Rp 278 ribu.

Booth Compas di USS 2019 sendiri hadir dengan daya tarik tersendiri. Berbeda dari para 'tetangganya', Compass membuatnya seperti sebuah tempat pangkas rambut khas Indonesia. Di jendela kaca depan terpampang tulisan 'Compass Sepatu Asli Indonesia'. "Kami ingin menghadirkan sesuatu yang Indonesia banget," tambah Gladys.

Sneakers Piero di USS 2019.Sneakers Piero di USS 2019. (Foto: Dok. Piero)

Seperti Compass, Piero lahir di akhir 90-an. Dua dekade berlalu, Piero yang namanya berasal dari kebalikan kata 'Urip' (dalam bahasa Jawa berarti 'hidup') masih bertahan. Di USS 2019, Piero meluncurkan kembali beberapa seri klasikya sebagai selebrasi perjalanan 20 tahun.

Menurut Brand Manager Piero Melania Dewiyani, Piero bisa eksis sampai saat ini karena memiliki konsumen yang loyal. "Pemakai Piero usia 15-35 tahun. Kebanyakan dari mereka sudah pakai sejak Piero hadir. Mereka bahkan punya komunitas sendiri," kata Melania.

Produk Piero didominasi sneakers bergaya sporty. Beberapa di antaranya dilengkapi fitur khusus agar nyaman dipakai untuk olahraga. Harganya berkisar Rp 200 ribu - Rp 600 ribu.

Sneakers Lokal Tetap di Hati Meski Produk Luar Marak di PasaranFoto: Dok. Piero


"Saya rasa sneakers lokal, nggak kalah berkualitas dari produk mancanegara. Orang-orang juga mulai pikir, mending beli sneakers lokal dengan harga terjangkau dan kualitasnya bagus, daripada beli sneakers luar yang mahal atau beli sneakers KW hanya karena harganya lebih murah," terang Melania.

Kebangkitan sneakers lokal, tambah Melania, juga tak lepas dari 'efek Jokowi'. Sneakers buatan anak bangsa kerap menjadi andalan Presiden Joko Widodo. "Dampaknya besar banget," kata Melania.






Simak Video "Mantap! Limbah Paralon Disulap Jadi Miniatur Kereta"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)