Juga Sebut Hong Kong Negara, Swarovski Minta Maaf ke China

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 15 Agu 2019 08:59 WIB
(Foto: Harold Cunningham/Getty Images) (Foto: Harold Cunningham/Getty Images)

Beijing -

Bertambah lagi merek internasional yang meminta maaf kepada China setelah dinilai menentang kedaulatan negara tersebut. Kini giliran Swarovski, brand perhiasan dari Austria.

Swarovski mengaku terdapat kesalahan di situsnya yang menyebut Hong Kong sebagai negara tersendiri, bukan bagian dari China. Namun, kekeliruan tersebut sudah terlanjur menimbulkan amarah publik China di internet. Bahkan, aktris Jiang Shuying hengkang dari posisi brand ambassador Swarovski sebagai bentuk protes.


Juga Sebut Hong Kong Negara, Swarovski Minta Maaf ke ChinaModel Karlie Kloss memakai perhiasan Swarovski. (Foto: Craig Barritt/Getty Images for Swarovski)

"Melihat perkembangan terakhir di China, Swarovski bertanggung jawab penuh dan tulus meminta maaf kepada rakyat China, termasuk mitra dan brand ambassador kami, Jiang Shuying, yang sangat kecewa dengan kesalahan komunikasi terkait kedaulatan China," tulis Swarovski di Facebook seperti dikutip CNN.

Swarovski pun berjanji untuk lebih teliti dan akan memperbaharui situsnya. Mereka juga menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung kebijakan One China.

Kebijakan One China atau Satu China menyatakan bahwa Republik Rakyat China adalah pemerintah resmi dari Tiongkok daratan, Hong Kong, Macau dan Taiwan.

Donatella VersaceDonatella Versace (Foto: Getty Images)

Sebelumnya, Versace meminta maaf karena menulis Hong Kong - HONG KONG dan Macau - MACAO, pada salah satu produknya. "Sebuah keteledoran dari kami dan kami benar-benar minta maaf atas dampak yang ditimbulkan," tulis Versace dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Metro.

Kekeliruan tersebut juga menyebabkan Versace kehilangan brand ambassador-nya, aktris China Yang Mi yang memutus kontrak sebagai bentuk protes.

Setelah Versace, giliran Coach dan Givenchy yang merilis permohonan maaf kepada publik China lantaran merilis kaus serupa.

Kontroversi ini muncul di saat situasi Hong Kong sedang memanas menyusul rentetan demonstrasi pro-demokrasi di kota tersebut. Massa yang menyerukan penolakan hukum UU Ekstradisi itu sempat terlibat bentrok dengan kepolisian.

Juga Sebut Hong Kong Negara, Swarovski Minta Maaf ke ChinaAksi protes pro-demokrasi di Hong Kong yang berujung ricuh baru-baru ini. (Foto: Reuters)



Simak Video "Ikonik! Penampilan 5 Supermodel Legendaris di Show Versace"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)