3 Anak Bos E-Commerce ASOS Jadi Korban Tewas Bom Sri Lanka
Eny Kartikawati - wolipop
Senin, 22 Apr 2019 17:34 WIB
London
-
Miliuner asal Denmark yang termasuk salah satu bos E-Commerce ASOS tengah berduka karena tiga anaknya ikut jadi korban bom Sri Lanka.
Miliuner Anders Holc Povlsen kehilangan tiga dari empat anaknya. Seperti dikutip BBC UK, tiga anak Anders meninggal dunia akibat bom Sri Lanka yang terjadi saat perayaan Hari Paskah.
Saat dikonfirmasi, juru bicara dari brand pakaian yang dimiliki Anders, Bestseller, membenarkan kabar soal meninggalnya tiga anak Anders. "Kami meminta Anda untuk menghargai privacy dari keluarga ini dan kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut," ujarnya.
Anders dikenal sebagai salah satu pemilik saham terbesar ASOS, e-commerce asal Inggris yang populer di kalangan pecinta fashion. Selain memiliki ASOS, Anders juga dikenal sebagai pemilik Bestseller, perusahaan pakaian ramah lingkungan yang menaungi banyak brand terkenal seperti Jack & Jones dan Vera Moda.
Anders juga diketahui termasuk salah satu miliuner yang memiliki banyak tanah di Inggris. Dan sebagian besar propertinya juga ada di Skotlandia, di mana dia memiliki banyak bangunan bersejarah.
Rentetan ledakan bom yang menewaskan sedikitnya 290 orang, terjadi dalam waktu nyaris bersamaan sepanjang Minggu (21/4/2019) di Sri Lanka. Enam ledakan pertama terjadi dalam waktu 20 menit, sebelum dua ledakan lainnya menyusul beberapa jam kemudian.
Menurut Reuters, serentetan ledakan bom mematikan ini tercatat sebagai yang paling mematikan di negara tersebut dalam satu dekade terakhir sejak berakhirnya perang sipil yang menewaskan 100 ribu orang. Tragedi ini juga membangkitkan kenangan buruk kebanyakan warga Sri Lanka.
Saksikan juga video 'Ledakan Hantam 3 Gereja di Sri Lanka, Puluhan Orang Tewas':
(eny/eny)
Miliuner Anders Holc Povlsen kehilangan tiga dari empat anaknya. Seperti dikutip BBC UK, tiga anak Anders meninggal dunia akibat bom Sri Lanka yang terjadi saat perayaan Hari Paskah.
Saat dikonfirmasi, juru bicara dari brand pakaian yang dimiliki Anders, Bestseller, membenarkan kabar soal meninggalnya tiga anak Anders. "Kami meminta Anda untuk menghargai privacy dari keluarga ini dan kami tidak akan memberikan komentar lebih lanjut," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anders Holc Povlsen. Dok. AFP Foto: Anders Holc Povlsen |
Anders juga diketahui termasuk salah satu miliuner yang memiliki banyak tanah di Inggris. Dan sebagian besar propertinya juga ada di Skotlandia, di mana dia memiliki banyak bangunan bersejarah.
Rentetan ledakan bom yang menewaskan sedikitnya 290 orang, terjadi dalam waktu nyaris bersamaan sepanjang Minggu (21/4/2019) di Sri Lanka. Enam ledakan pertama terjadi dalam waktu 20 menit, sebelum dua ledakan lainnya menyusul beberapa jam kemudian.
Menurut Reuters, serentetan ledakan bom mematikan ini tercatat sebagai yang paling mematikan di negara tersebut dalam satu dekade terakhir sejak berakhirnya perang sipil yang menewaskan 100 ribu orang. Tragedi ini juga membangkitkan kenangan buruk kebanyakan warga Sri Lanka.
Saksikan juga video 'Ledakan Hantam 3 Gereja di Sri Lanka, Puluhan Orang Tewas':
(eny/eny)












































Anders Holc Povlsen. Dok. AFP Foto: Anders Holc Povlsen