Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Indonesia Fashion Week 2015

Modifikasi Sarung, Mulai Jadi Celana Hingga Jilbab

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 27 Feb 2015 09:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Arina Yulistara/Wolipop
Jakarta -

Sarung menjadi salah satu kain kebanggaan Indonesia. Sayangnya, tak sedikit masyarakat yang menganggap sarung hanya bisa dipakai saat beribadah. Padahal sarung bisa menjadi salah satu atribut fashion yang akan membuat penampilan terlihat stylish.

Para desainer dan beberapa pelaku fashion Indonesia kini sedang berupaya untuk menggalakkan pemakaian sarung. Selain kampanye di media sosial, mereka juga memakai sarung untuk berpergian. Tak hanya itu, salah satu upaya untuk mengajak masyarakat terutama para generasi muda agar menjadikan sarung sebagai item fashion mereka, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menerbitkan buku tentang penggunaan kain tersebut dalam berbusana sehari-hari.

Nina Tusinah selaku Dewan Pimpinan Nasional APINDO, menegaskan bahwa sarung bisa dibuat dalam berbagai bentuk busana seperti bahan lainnya. Sarung bisa dilipat-lipat menjadi busana yang membuat penampilan wanita serta pria terlihat modis. Salah satu contohnya dibentuk menjadi celana berpotongan lebar atau bisa juga dililitkan ke kepala menjadi jilbab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sarung bisa menginspirasi untuk menjadi sesuatu yang baru, tak dianggap tradisional lagi. Sarung juga bisa dipakai anak muda untuk tetap terlihat keren, nggak hanya bisa dililit jadi celana atau rok tapi juga bisa jadi kerudung seperti yang saya pakai ini," tutur Nina saat berbincang dengan Wolipop di Indonesia Fashion Week (IFW) 2015, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2015).

Ketua UKM-IKM itu menambahkan, setiap propinsi di Indonesia memiliki lebih dari lima jenis sarung. Nina berharap dengan keragaman corak sarung yang dihasilkan dari berbagai propinsi bisa membuat masyarakat semakin tertarik menggunakannya dalam keseharian.

Buku yang dirilis oleh APINDO berjudul 'Gaya Sarung' itu tak hanya memuat mengenai sejarah dan tren sarung tapi juga dilengkapi dengan foto-foto bagaimana memanfaatkan sarung sebagai salah satu item fashion yang stylish. Nina mengatakan ia akan terus mengampanyekan sarung agar menjadi busana modern.

"Semoga tahun ini sarung bisa menjadi produk fashion yang dipakai oleh masyarakat Indonesia, tak lagi dianggap kuno, saya bersama rekan-rekan juga akan terus mengampanyekan penggunaan sarung lewat website, medsos, dan lomba-lomba," tambahnya sebelum mengakhiri perbincangan.

(aln/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads