Kembalinya 'Drama' John Galliano ke Industri Mode Dunia
Desainer John Galliano terkenal dengan sentuhan drama dan romantisme ke dalam show dan koleksi yang memukau untuk Dior. Sayangnya, kariernya terpaksa terhambat sejak isu rasisme dan anti-semitisme yang dibuatnya sendiri pada tahun 2011.
Setelah dikeluarkan dari grup fashion high-end terbesar dunia, LVMH, yang juga menaungi Dior, Galliano sempat kembali ke industri mode di tahun 2013. Ia berkolaborasi sebagai desainer Oscar de la Renta setelah kasus videonya bicara tentang rasisme dan anti-semitisme sampai ke pengadilan di tahun tersebut.
Di luar masalah rasisme yang menjatuhkan kariernya, tak bisa dipungkiri bahwa Galliano adalah salah satu desainer muda bertalenta. Presiden dari grup Only the Brave (OTB), Renzo Rosso pun memilihnya sebagai creative director untuk menangani rumah mode ternama asal Belgia, Maison Martin Margiela, tanpa memusingkan masa lalu desainer Inggris itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Galliano akan menggantikan desainer dan juga penemu Maison Martin Margiela yang meninggalkan brand itu sejak 2009. Sang desainer terkenal sangat low profile dan jarang memberikan wawancara. Setelah ditinggalkan desainernya, Maison Martin Margiela dijalankan oleh tim desain tanpa creative director.
Seperti yang diungkap Renzo, ini adalah titik balik bagi Maison Martin Margiela. Mereka melakukan hal yang sangat ironis, menggantikan desainer yang paling 'kasat mata' dengan Galliano yang menyita perhatian. Show pertama Galliano untuk brand Maison Martin Margiela akan tampil perdana di pekan mode Haute Couture Paris di bulan Januari. (asf/fer)










































