Jakarta -
London, kota mode tempat desainer berani bereksperimen dalam gaya. Desain quirky dengan garis potongan yang berani menjadi ciri khas dari kota kedua di gelaran pekan mode dunia ini. Namun beberapa desainer beralih ke arah minimalis, mengistirahatkan pandangan dari ramainya printing atau aksesori besar yang masih disuguhkan sebagian desainer.
1. House of Holland
Henry Holland, desainer Inggris dengan desain quirky dan show yang dipenuhi jajaran selebriti A-lister di bangku depan, seperti Alexa Chung, Rita Ora, Pixie Geldof dan Daisy Lowe. Mengambil inspirasi dari tampilan groupies ala '70-an di mana warna-warni, fringe dan bunga dijahit di atas busana. Koleksi yang menyenangkan dengan tabrakan antar motif geometris dan floral. Juga dress mini, rok organza, atasan dengan teknik ombre.
2. Marchesa
Untuk merayakan eksistensi label Marchesa ke-10, duo desainer Georgina Chapman dan Keren Craig menawarkan dress dengan tampilan segar lewat inspirasi gaya hippie grunge. Gaun fishtail dengan layer-layer dihiasi emroideri bunga sebagai benang merah koleksi. Romantis namun ada sisi grunge yang dibawa dengan kerah off shoulder dan aksen fringe.
3. Mary Katrantzou
Langkah baru diambil desainer Inggris, Mary Katrantzou untuk tren di musim semi tahun depan. Kontras dengan koleksi sebelumnya yang penuh printing, koleksi terbaru justru lebih mewah dengan permainan tekstur dan gaya yang minimalis. Atasan tanpa lengan, celana pallazo, vest panjang, serta dress-dress pendek yang diberi tekstur berbeda lewat ornamen bahan sheer menerawang untuk efek dramatis.
4. Vivienne Westwood
Vivienne Westwood menggunakan panggung modenya untuk lini Red Label di London sebagai bentuk dukungan bagi kemerdekaan Skotlandia. Namun, lupakan nilai-nilai patriotik itu dan mulai fokus pada koleksi desainer yang selalu menggunakan motif tartan hampir di tiap koleksinya ini. Westwood menampilkan garis potongan yang kaku dan terstruktur dengan setelan blazer bergaya oversized yang khas '70-an. Di antara warna-warna bumi pada setelan, seperti hijau, coklat, abu-abu, biru, ungu dan lainnya, ada nuansa yang lebih cerah di beberapa gaun berpotongan asimetris berhias printing floral.
5. Temperley London
Ada lebih banyak jaket-jaket kasual dan celana pipa senada daripada gaun malam glamour di runway Temperley London hari ketiga; sekaligus menyambut arahan baru untuk label yang digawangi oleh Alice Temperley ini. Musim semi 2015 menjadi titik awal Sang desainer menjamah pakaian bergaya ready to wear yang cenderung kasual dan maskulin, setelah beberapa musim lalu fokus pada gaun panjang kaya detail. Menarik inspirasi dari lukisan Shunga ala Jepang, Temperley mengaplikasikannya dalam jaket-jaket kimono panjang yang terkesan ringan. Banyak penggunaan layering di sini, dengan tumpukan kemeja, scarf dan outerwear sebagai padanan.