Jakarta -
Entah disengaja atau tidak, seringkali karya desainer terlihat serupa satu sama lain. Beberapa rancangan bahkan dibuat replikanya oleh brand high-street dengan harga yang tentunya jauh lebih murah. Masalah ini pun kerap berakhir di pengadilan dengan uang ganti rugi yang jumlahnya fantastis. Simak siapa saja desainer versus brand yang pernah bertemu di pengadilan karena masalah plagiat.
1. Derek Lam vs Ivanka Trump
Di tahun 2011, desainer Derek Lam pernah mengajukan tuntutan hukum karena merasa desain sepatunya ditiru oleh pengusaha wanita, Ivanka Trump. Sepatu buatan Derek Lam yang dinamakan Ayami ini memang terlihat serupa dengan buatan Ivanka, namun hanya warnanya saja berbeda. Atas tuntutan plagiat sepatu seharga US$ 780 atau Rp 9,3 juta itu, Ivanka pun dipaksa menarik produksi sepatu itu dalam jangka waktu 7 hari.
2. Hermes vs Thursday Friday
Koleksi tas Hermes memang sangat eksklusif. Bahkan, pihak Hermes tak mau gambar tasnya dijual sembarangan. Di tahun 2011, Hermes pernah menuntut label kecil bernama Thursday Friday karena menjual tote bag bergambar tas Hermes Birkin.
3. Gucci vs Guess
Tahun 2012, brand high-end Gucci dan label Guess pernah berseteru merebutkan lambang 'G', yang akhirnya dimenangkan pihak Gucci. Untuk tuntutan itu, Gucci memenangkan US$ 4.66 juta atau sekitar Rp 47 miliar atas Guess.
4. Tory Burch vs 41 Cybersquatters
Label Tory Burch yang dikenal dengan lambang 'T' yang ikonik juga pernah mengajukan tuntutan karena desain sepatunya ditiru brand lain. Tepatnya di tahun 2011, Tory Burch memenangkan US$ 146 di pengadilan, karena label China, 41 Cybersquatters menjual replika sepatunya.
5. Diane von Furstenberg vs Mercy
Diane von Furstenberg mendapat sedikit masalah di tahun 2008, ketika jaket di salah satu koleksi spring/summernya mirip dengan koleksi brand asal Kanada, Mercy. Perseteruan ini diakhiri dengan DVF membayar kompensasi kepada desainer Mercy.
6. Steve Madden vs Balenciaga
Di tahun 2010, Balenciaga menuntut brand sepatu Steve Madden karena meniru rancangan sepatu legonya, dari koleksi Fall 2007. Sekilas, sepatu ini memang mirip dari susunan warnanya.
7. Christian Louboutin vs. YSL
Tahun 2011, desainer sepatu yang identik dengan sol merah, Christian Louboutin mengajukan tuntutan hukum ke pengadilan di Amerika. Louboutin meminta pengadilan menarik koleksi sepatu sol merah dari Yves Saint Laurent. Pengadilan menolak dengan mengatakan, "Memenangkan tuntutan atas monopoli satu warna merah di pengadilan tidak mungkin dilakukan, karena akan menghambat persaingan antar desainer," ujarnya seperti dikutip Huffington Post.
8. Proenza Schouler vs Target
Di 2011, desainer dari Proenza Schouler merasa kecewa dengan retailer, Target karena menjual tas yang mirip dengan koleksi PS1 mereka. Tas PS1 dari Proenza Schouler dijual seharga US$ 1.600 atau sekitar Rp 19 jutaan, sedangkan Target menjualnya US$ 34 atau seharag Rp 400 ribuan. Kekecewaan ini semakin menjadi-jadi, karena sebelumnya Proenza Schouler pernah juga berkolaborasi dengan Target.