Lestarikan Budaya, Carrefour Adakan Kompetisi Desain Batik
PT Trans Retail Indonesia (Carrefour) menggelar kompetisi desain batik dalam rangka memeriahkan ulang tahun mereka ke-15. Ratusan orang mendaftar kompetisi yang digelar terbuka untuk mereka yang memiliki minat di bidang seni grafis dan desain fashion.
Kompetisi desain batik dengan tema 'Ceritakan kisah di Balik Batikmu' ini diadakan sejak 5 September dan berakhir 5 November lalu. Dari 130 peserta yang mendaftar, ada 10 yang berhasil menjadi finalis.
Kesepuluh finalis lomba desain batik itu kemudian dinilai lagi oleh para juri dalam acara grand final yang digelar di Sky Lounge Hotel Best Western Grand Palace, Kemayoran, Jakarta, baru-baru ini. Para juri yang memberikan penilaian adalah Iwet Ramadhan (Pemerhati Batik), dan perwakilan dari PT. Trans Retail Indonesia, yaitu Siva Khumar Haridas (Marketing Director), Henryco Sinurat (Customer Research General Manager), Rudy Suwandy (Marketing Project Manager), Indira Manoppo (Marketing and Communications Manager), Satria Hamid (Head of Public Affairs), Dewi Ichtiarianti (Head Of Internal Communications), serta Suryo Agung (Signage and Project Manager).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu juri yang juga pemerhati batik, Iwet Ramadhan, mengaku senang dengan diadakannya kompetisi desain batik oleh Carrefour. "Lomba ini adalah cara paling tepat untuk melestarikan budaya terutama batik, selain itu juga cara paling tepat untuk melestarikan budaya adalah dengan mencari tahu apa budaya tersebut," ujarnya.
Menurut Head of External Communications & CSR PT. Trans Retail Indonesia Hendrik Ardianto, memang sudah menjadi komitmen Carrefour untuk ikut melestarikan warisan budaya. Oleh karena itulah nantinya, hasil desain batik para pemenang akan diwujudkan menjadi nyata. Batik para finalis akan digunakan dalam berbagai materi publikasi atau promosi Carrefour dan akan diajukan sebagai seragam PT Trans Retail Indonesia, Carrefour.
(eny/eny)










































