Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Mengenal Komunitas Jeans Online Indonesia, Darahkubiru

Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 20 Nov 2012 17:20 WIB
...
Dok. Facebook
Jakarta - Darahkubiru adalah salah satu komunitas jeans online di Indonesia. Tidak hanya menjadi forum bagi para pecinta jeans saja, tapi Darahkubiru juga merupakan majalah online yang memberikan semua informasi tentang denim. Komunitas ini menjaring anggotanya melalui online dari seluruh Indonesia.

Wolipop sempat berbincang-bincang dengan pendiri Darahkubiru, Respati Hafidz. Komunitas online Darahkubiru saat ini sudah memiliki lebih dari 3.000 anggota yang aktif. Namun, untuk anggota yang menjadi kontribusi dalam menulis artikel atau membuat postingan sekitar 1.000 orang dari seluruh Indonesia.

Menurut sang pendiri Drahakubiru yang akrab disapa Direz, komunitasnya semakin berkembang karena memang jeans tidak mengenal usia dan status sosial serta semua orang pernah memakainya. Bahkan, jeans sudah menjadi bagian dari gaya hidup semua orang bukan hanya sekadar fashion.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jeans tuh salah satu produk yang dari tahun 1890 sampai sekarang orang masih pakai dan masih ngerasa keren gitu. Sekarang, fashion brand besar saja bikin jeans," jelas Direz kepada wolipop di Antipodean, Cilandak Town Square, Rabu (14/11/2012). Saat ditemui, Direz menggunakan kemeja kotak-kotak serta celana jeans berwarna biru gelap dengan efek-efek natural yang terbentuk seiring pemakaiannya.

Direz sendiri menjadi fans fanatik jeans mulai 2006 karena senang berselancar di dunia maya dan pernah dihadiahi jeans oleh temannya yang dibuat dari bahan Jepang. "Waktu itu teman saya bawain satu jeans buatan dia dibikin pakai bahan dari Jepang segala macem, 'wah ini keren banget, akhirnya mulailah ngulik-ngulik tentang jeans dan denim," tambahnya kemudian.

Kesenangan pria kelahiran 22 maret 1985 itu ia tuangkan melalui blog ketika sedang bekerja di Amsterdam pada 2008. Direz sengaja membuat blog mengenai denim dalam bahasa Indonesia untuk memudahkan masyarakat pecinta jeans mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Kemudian lahirlah situs Darahkubiru.com yang ditujukan kepada semua penggemar jeans pada 2009.

Komunitas online yang dibangun oleh pria yang hobi browsing ini semakin berkembang. Direz juga bekerja sama dengan Indonesian Denim Group (Indigo) untuk membuatkan wadah bagi para pecinta jeans. "Sebenarnya Indigo dibentuk sebagai wadah anak-anak yang suka denim biar bisa bareng-bareng, kalau Darahkubiru ini kayak semacam online brand-nya lah dan magazine-nya juga," papar pria lulusan Universitas Indonesia itu.

Pada 2009, tren denim memang sedang meluas. Banyak orang mencari informasi mengenai denim. Bersama Indigo, tercetuslah ide untuk membuat acara denim pertama dan terbesar se-Asia Tenggara yang dinamakan Wall of Fades.

Jeans exhibition tersebut dibuat setiap tahun dengan tujuan edukasi, mulai dari menyuguhkan elemen-elemen jeans, detail denim, sejarahnya, keunikannya, hingga efek-efek dari jeans. Selain itu, pameran tersebut juga ingin memajukan merek lokal yang menjual berbagai produk dari bahan denim.

"Wall of Fades itu tujuan utamanya ke edukasi ya, ke masyarakat tentang denim, terus mengekspos brand lokal yang hubungannya erat sama denim," ujar Direz menjelaskan.

Wall of Fades yang keempat kalinya akan digelar 30 November sampai 2 Desember 2012. Direz pun antusias menyambut acara denim tahunan ini. Dia mengaku sangat senang bisa berkumpul dengan beragam orang yang memiliki ketertarikan terhadap jeans.

"Serunya sih sebenarnya karena satu orang yang interest hingga bisa mempertemukan semuanya, jadi kayak teman saja, interest dengan sesuatu yang sama itu nyarinya susah," tuturnya sambil tersenyum.

(ays/eny)
...
Hide Ads