Karya Batik Iwan Tirta Hadir dalam Pagelaran 'Matah Ati'
Eya Ekasari - wolipop
Jumat, 29 Jun 2012 10:07 WIB
Jakarta
-
Mendiang desainer Iwan Tirta menjadi salah satu inspirasi dalam pertunjukkan opera Jawa bertajuk 'Matah Ati'. Tak heran jika beberapa karya batik sang maestro pun ikut hadir dalam pagelaran tersebut.
Karya dan komitmennya pada pelestarian kain dan budaya telah memberikan energi yang luar biasa ke dalam konsep pertunjukkan 'Matah Ati'. Iwan Tirta banyak memberikan
masukan penting untuk busana penari utama. Kostum, perhiasan dan kain yang digunakan oleh karakter Rubiyah, RM Said, Punggawa Baku, dan Bidadari merupakan karya asli dari Almarhum Iwan Tirta.
Pertunjukan yang dipentaskan di Jakarta sampai 25 Juli lalu dan akan segera digelar di Solo itu, mengangkat salah satu kisah sejarah di Tanah Jawa abad ke-18. Judul 'Matah Ati' sendiri diambil dari nama tokoh utama, yakni Bandoro Raden Ayu Kusuma Matah Ati, istri Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyowo.
Selain pada kostum para para pemain, karya Iwan Tirta lainnya juga bisa dinikmati pada sebuah lounge yang barnama 'Sugih Energy'. Lounge tersebut dibuat untuk mengenang dan memamerkan kendahan kain tradisonal rancangan Iwan Tirta.
Kesinambungan antara konsep 'Matah Ati' dengan filosofi Iwan Tirta yang kental dengan budaya Jawa menjadi benang merah. Desainer yang tutup usia pada Juli 2010 itu, merupakan sosok yang begitu mencintai motif batik dan sukses membawa batik ke mancanegara.
Semangat Iwan Tirta kemudian diteruskan oleh sutradara, Atilah Soeryadjaya dan para pemainnya lewat panggung opera. Hal itu merupakan bukti kecintaan mereka pada budaya dan usaha untuk terus mengembangkan serta memperkenalkan identitas Indonesia ke mancanegara.
(eya/eny)
Karya dan komitmennya pada pelestarian kain dan budaya telah memberikan energi yang luar biasa ke dalam konsep pertunjukkan 'Matah Ati'. Iwan Tirta banyak memberikan
masukan penting untuk busana penari utama. Kostum, perhiasan dan kain yang digunakan oleh karakter Rubiyah, RM Said, Punggawa Baku, dan Bidadari merupakan karya asli dari Almarhum Iwan Tirta.
Pertunjukan yang dipentaskan di Jakarta sampai 25 Juli lalu dan akan segera digelar di Solo itu, mengangkat salah satu kisah sejarah di Tanah Jawa abad ke-18. Judul 'Matah Ati' sendiri diambil dari nama tokoh utama, yakni Bandoro Raden Ayu Kusuma Matah Ati, istri Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyowo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesinambungan antara konsep 'Matah Ati' dengan filosofi Iwan Tirta yang kental dengan budaya Jawa menjadi benang merah. Desainer yang tutup usia pada Juli 2010 itu, merupakan sosok yang begitu mencintai motif batik dan sukses membawa batik ke mancanegara.
Semangat Iwan Tirta kemudian diteruskan oleh sutradara, Atilah Soeryadjaya dan para pemainnya lewat panggung opera. Hal itu merupakan bukti kecintaan mereka pada budaya dan usaha untuk terus mengembangkan serta memperkenalkan identitas Indonesia ke mancanegara.
(eya/eny)










































