Pagelaran Busana Priyo Oktaviano Tutup JFFF 2012
Dona Rema - wolipop
Minggu, 27 Mei 2012 10:38 WIB
Jakarta
-
Setelah 14 hari, Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2012 mencapai penghujung acara Sabtu (26/5/2012) malam. Dalam puncak perhelatan JFFF 2012 tersebut, desainer Priyo Oktaviano menghadirkan hasil karyanya yang bertema 'Palais Royal'.
Sejalan dengan tema JFFF 2012 yaitu 'INNOFASHION' sebagai interpretasi kekayaan budaya nusantara dalam olah karya mode dan kuliner dengan sentuhan tren gaya hidup masa kini, Priyo menggelar show tunggalnya dengan menampilkan berbagai koleksi bernuansa modern. Meskipun demikian, ia tetap memiliki identitas dan keunikan khas Indonesia.
Terinspirasi dari film 'Shanghai Tang', Priyo menggabungkan antara kebudayaan China dan Jawa ke dalam busana ready to wear rancangannya. Sebanyak 27 set busana wanita dan 8 set busana pria dipersembahkan dalam tiga bagian (sequence).
Pada sequense pertama ditampilkan berbagai cheongsam yang didominasi warna merah maroon dan gold. Pada sequence kedua Priyo menghadirkan busana nuansa adat Jawa klasik dengan dominasi warna gold, hitam dan putih. Sedangkan di sequence akhir, ditampilkan busana dengan perpaduan adat Jawa dan China berupa gaun cocktail, cheongsam serta kebaya.
Kain songket Bali buatan tangan atau handmade, menjadi pilihan Priyo untuk rancangannya. "Bahan yang dipakai 70 persen songket Bali, selebihnya menggunakan linen, katun dan chiffon," papar desainer lulusan Esmod Paris itu saat konferensi pers di Media Center Harris Hotel Kelapa Gading, Jakarta Utara. "Cutting busananya simple, karena songket Bali tersebut sudah penuh dan ramai," tambahnya.
(rma/eny)
Sejalan dengan tema JFFF 2012 yaitu 'INNOFASHION' sebagai interpretasi kekayaan budaya nusantara dalam olah karya mode dan kuliner dengan sentuhan tren gaya hidup masa kini, Priyo menggelar show tunggalnya dengan menampilkan berbagai koleksi bernuansa modern. Meskipun demikian, ia tetap memiliki identitas dan keunikan khas Indonesia.
Terinspirasi dari film 'Shanghai Tang', Priyo menggabungkan antara kebudayaan China dan Jawa ke dalam busana ready to wear rancangannya. Sebanyak 27 set busana wanita dan 8 set busana pria dipersembahkan dalam tiga bagian (sequence).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kain songket Bali buatan tangan atau handmade, menjadi pilihan Priyo untuk rancangannya. "Bahan yang dipakai 70 persen songket Bali, selebihnya menggunakan linen, katun dan chiffon," papar desainer lulusan Esmod Paris itu saat konferensi pers di Media Center Harris Hotel Kelapa Gading, Jakarta Utara. "Cutting busananya simple, karena songket Bali tersebut sudah penuh dan ramai," tambahnya.
(rma/eny)










































