Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Redaktur Mode Senior, Muara Bagdja Meninggal Dunia

Ferdy Thaeras - wolipop
Senin, 30 Apr 2012 22:35 WIB
...
Dok. Benno Harun
Jakarta -

Dunia mode Indonesia kembali ditinggalkan oleh salah satu insannya yang paling berdedikasi. Ia tak lain adalah redaktur mode dan pengarah gaya senior, Muara Bagdja yang berpulang, Senin (30/04/2012) akibat penyakit kanker getah bening yang dideritanya.

Wolipop pertama kali mendapatkan berita ini dari broadcast message dari penata rias ternama, Qiqi Franky yang menuliskan: "Telah berpulang ke Rahmatullah teman,sahabat,saudara kita tercinta MUARA BAGJA (insan mode,pengamat mode senior Indonesia) pada hari ini...semoga arwah beliau diterima di sisiNYA... aamiin... Jaga kesehatan yaaa..."

Tak lama kemudian, desainer Ichwan Thoha juga mengirimkan pesan serupa yang berbunyi: "Berita duka cita , telah meninggal dunia sahabat kita, mentor, inspirational person, manusia baik & tulus, Muara Bagdja. Rumah duka Jl Rawasari Timur IV No 28 Jakarta Pusat. Semoga Allah swt menerima amal ibadahnya, dilapangkan kuburnya. Aamiin"

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama hidupnya, Muara Bagdja dikenal sebagai sosok yang bersahabat. Profesinya sebagai redaktur mode lepas untuk berbagai media gaya hidup Jakarta juga ditunjang dengan menjadi koordinator media bagi para perancang ataupun brand yang mengadakan acara peluncuran hingga fashion show.

Pria kelahiran Jakarta 15 Januari 1957 ini menimba ilmu di Fakultas Sastra Universitas Indonesia dan menulis tentang dunia mode di studionya di Kebayoran. Menutup usia di 55 tahun, Muara telah menuliskan kisahnya sendiri di hampir seluruh cakrawala mode Indonesia, mulai dari menjadi redaktur di majalah wanita Dewi, Sarinah, Pertiwi (1986 – 1994), dan berlanjut menjadi pengamat mode, penulis lepas, pengarah gaya (stylist) dan kontributor pada berbagai koran dan majalah wanita ibukota. Ia juga sempat menjadi editor buku 'Busana Nasional Indonesia karya Edward Hutabarat (1997).

Selamat jalan mas Muara. Tulisanmu, kiprah dan perjuanganmu menyemarakkan mode Indonesia dengan tarian pena di atas kertas putih akan selalu kami kenang selamanya. Semoga arwahmu tenang berada di sisi-Nya. Amin.

(fer/eny)
...
Hide Ads