Jogja Fashion Week 2011 Kembali Digelar
wolipop
Jumat, 14 Okt 2011 17:40 WIB
Jakarta
-
Jogja Fashion Week (JPW) 2011 yang merupakan ajang pagelaran busana terbesar di Yogyakarta kembali diadakan. JFW tahun ini akan menampilkan karya busana terbaik dari 53 desiner terpilih.
JPW akan digelar di Hall B dan C, Gedung Jogja Expo Center (JEC) mulai 2 - 6 November 2011. Fashion tahunan dengan tema 'In Vintage' ini jadi ajang pertemuan antara konsumen dengan pengrajin dan desainer.
"Kegiatan ini sudah yang ke enam kalinya. Tema tahun kita tetap mengusung nuansa etnik lokal yakni In Vintage," kata Ketua Pelaksana JFW 2011, Afif Syakur, Jumat (14/10/2011).
Afif mengatakan tema 'In Vintage' itu sebagai bentuk konsistensi untuk mempertahankan hasil karya luhur tradisi budaya bangsa Indonesia serta meningkatkan produk dalam negeri pada kelestarian alam semesta
Ada 80 peserta yang mendaftar namun panitia hanya memilih menjadi 53 peserta. Dari peserta yang telah terseleksi itu diharapkan mereka bisa menampilkan karya-karya yang berkualitas sehingga mampu mewujudkan Yogyakarta sebagai gerbang fashion nusantara.
Menurut Afif, JFW tahun ini juga tetap dengan unsur kelokalan nusantara yaitu batik dengan unsur etnik yang menarik. Meski dengan ciri khas masing-masing dari para perancang busana, nuansa lokal atau etnik tetap harus menonjol.
"Kami berharap pagelaran ini dapat menjadi sarana penghubung antara pengrajin dengan desainer kemudian desainer dengan konsumen. Sebab fashion bukan sekedar tontonan tetapi sebagai ajang promosi dan presentasi," katanya
Menurut Afif setiap hari akan pihaknya mengundang 700-800 tamu untuk menyaksikan peragaan busana. Diharapkan, acara tersebut mendapat respon yang bagus dari konsumen terutama dengan hadirnya berbagai busana.
"Prinsipnya populer, ready to wear, berkualitas. Konsep gelar busana siap pakai yang dibalut nuansa vintage yang eco-fashion. Kita juga akan senang kalau semua rancangan para desainer itu bisa terserap semua konsumen," kata Afif.
Selain kegiatan fashion dan pameran pengembangan industri kreatif di gedung JEC kata Afif, panitia pada tanggal 2 November juga akan menggelar acara fashion on the street dari Benteng Vredeburg, Jl Ahmad Yani, Jl Malioboro dan berakhir di Taman Parkir Abu Bakar Ali.
"Fashion on the street atau karnaval ini kami harapkan bisa menarik para wisatawan di Yogyakarta," pungkas dia.
(bgs/eny)
JPW akan digelar di Hall B dan C, Gedung Jogja Expo Center (JEC) mulai 2 - 6 November 2011. Fashion tahunan dengan tema 'In Vintage' ini jadi ajang pertemuan antara konsumen dengan pengrajin dan desainer.
"Kegiatan ini sudah yang ke enam kalinya. Tema tahun kita tetap mengusung nuansa etnik lokal yakni In Vintage," kata Ketua Pelaksana JFW 2011, Afif Syakur, Jumat (14/10/2011).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada 80 peserta yang mendaftar namun panitia hanya memilih menjadi 53 peserta. Dari peserta yang telah terseleksi itu diharapkan mereka bisa menampilkan karya-karya yang berkualitas sehingga mampu mewujudkan Yogyakarta sebagai gerbang fashion nusantara.
Menurut Afif, JFW tahun ini juga tetap dengan unsur kelokalan nusantara yaitu batik dengan unsur etnik yang menarik. Meski dengan ciri khas masing-masing dari para perancang busana, nuansa lokal atau etnik tetap harus menonjol.
"Kami berharap pagelaran ini dapat menjadi sarana penghubung antara pengrajin dengan desainer kemudian desainer dengan konsumen. Sebab fashion bukan sekedar tontonan tetapi sebagai ajang promosi dan presentasi," katanya
Menurut Afif setiap hari akan pihaknya mengundang 700-800 tamu untuk menyaksikan peragaan busana. Diharapkan, acara tersebut mendapat respon yang bagus dari konsumen terutama dengan hadirnya berbagai busana.
"Prinsipnya populer, ready to wear, berkualitas. Konsep gelar busana siap pakai yang dibalut nuansa vintage yang eco-fashion. Kita juga akan senang kalau semua rancangan para desainer itu bisa terserap semua konsumen," kata Afif.
Selain kegiatan fashion dan pameran pengembangan industri kreatif di gedung JEC kata Afif, panitia pada tanggal 2 November juga akan menggelar acara fashion on the street dari Benteng Vredeburg, Jl Ahmad Yani, Jl Malioboro dan berakhir di Taman Parkir Abu Bakar Ali.
"Fashion on the street atau karnaval ini kami harapkan bisa menarik para wisatawan di Yogyakarta," pungkas dia.
(bgs/eny)











































