Jakarta
-
Vogue Italia langsung meminta maaf setelah mendapat banyak kritik karena menampilkan artikel tentang anting ala budak di situs mereka. Majalah fashion ternama itu juga mengganti judul artikel tersebut.
Editor in chief Vogue Italia Franca Sozzani mengatakan artikel tersebut diterjemahkan dengan salah. "Sungguh terjemahan yang buruk," ujar Sozzani seperti dikutip dari Guardian.
"Kami minta maaf atas ketidaknyamanan. Hal itu terjadi karena penerjemahan yang salah dari bahasa Italia ke Inggris," tambahnya.
Menurut Sozzani, anting yang awalnya ditulis anting budak itu seharusnya diterjemahkan menjadi anting etnik. Kini, seluruh kata-kata yang menyebut budak itu sudah diganti.
Kata-kata lain yang juga diganti adalah soal 'masa perdagangan budak'. Dalam artikel yang sudah diperbaiki, Vogue menggantinya menjadi 'pada abad ke-18'.
Meskipun sudah diralat, pembaca Vogue tetap saja memberikan kritik untuk majalah tersebut. Mereka mempermasalahkan penggunaan kata etnik.
"Sekarang mereka menulis etnik?! Aku tidak ingat apakah perbudakan di manapun di terjemahkan menjadi etnik. Ini tetap sebuah penghinaan," tulis seorang pembaca bernama Alli.
(eny/eny)
Editor in chief Vogue Italia Franca Sozzani mengatakan artikel tersebut diterjemahkan dengan salah. "Sungguh terjemahan yang buruk," ujar Sozzani seperti dikutip dari Guardian.
"Kami minta maaf atas ketidaknyamanan. Hal itu terjadi karena penerjemahan yang salah dari bahasa Italia ke Inggris," tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata-kata lain yang juga diganti adalah soal 'masa perdagangan budak'. Dalam artikel yang sudah diperbaiki, Vogue menggantinya menjadi 'pada abad ke-18'.
Meskipun sudah diralat, pembaca Vogue tetap saja memberikan kritik untuk majalah tersebut. Mereka mempermasalahkan penggunaan kata etnik.
"Sekarang mereka menulis etnik?! Aku tidak ingat apakah perbudakan di manapun di terjemahkan menjadi etnik. Ini tetap sebuah penghinaan," tulis seorang pembaca bernama Alli.
(eny/eny)










































