Daily Runway Review:
Sonia Rykiel, Wes Gordon, Holly Fulton
wolipop
Selasa, 08 Feb 2011 15:40 WIB
Jakarta
-
Walaupun musim semi senantiasa dikaitkan dengan busana serba tipis, lain halnya dengan ketiga desainer ini. Gaya tumpuk dan detail mewah menjadikan koleksinya semakin mewah.
Sonia Rykiel
Musim semi diartikan desainer Sonia Rykiel sebagai momen yang kaya warna, dimana para gadis muda mengenakan rajutan ringan dan membiarkan rambutnya mengembang layaknya dirinya yang berambut keriting merah menyala. Ada kesan retro ala tahun '70an yang tersirat dari setelan jas dan celana lebar. Namun ada juga sentuhan jepang pada sabuk serupa Obi dan siluet longgar. Ringan dan penuh semangat hidup.
Key Inspiration: Gaya Jepang Retro.
Key Items: Sweater rajut tipis, setelan jas, kaftan, gaun motif abstrak.
Koleksi lengkap klik di sini.
Wes Gordon
Desainer lulusan Central Saint Martins, London yang pernah menimba ilmu di studio Tom Ford dan Oscar de la Renta ini cukup diperhitungkan di industri mode New York. Walaupun peragaannya dilangsungkan pukul 9 pagi, namun para buyer dan penikmat mode antusias menghadirinya. Kepiawaiannya mengolah kain alami dan detail yang dikerjakan dengan tangan membuat koleksinya diborong pusat perbelanjaan Saks hingga Harrods. Koleksinya kali ini berbau militer namun secara keseluruhan terlihat manis dan feminin.
Key Inspiration: Army-look.
Key Items: Jaket utility, rompi double-breast, rok lipit.
Koleksi lengkap klik di sini.
Holly Fulton
Terpana akan sentuhan grafis dan blok warna ala mode tahun '60-an, desainer satu ini mengulang kembali kejayaan aliran pop art dalam koleksinya. Dikemas dengan konsep gaya berlibur yang mewah, sangat cocok bagi mereka yang ingin tampil ala Jet-setters. Tak ingin dicap sebagai desainer baru yang masih suka bereksperimen, ia menjaga koleksinya agar tetap berdaya pakai tinggi dan menyuntikkan motif tribal agar tetap tampil meriah.
Key Inspiration: Berlayar.
Key Items: Celana palazzo, rok bervolume, gaun yang dipotong laser, motif tribal.
Koleksi lengkap klik di sini.
(fer/fer)
Sonia Rykiel
Musim semi diartikan desainer Sonia Rykiel sebagai momen yang kaya warna, dimana para gadis muda mengenakan rajutan ringan dan membiarkan rambutnya mengembang layaknya dirinya yang berambut keriting merah menyala. Ada kesan retro ala tahun '70an yang tersirat dari setelan jas dan celana lebar. Namun ada juga sentuhan jepang pada sabuk serupa Obi dan siluet longgar. Ringan dan penuh semangat hidup.
Key Inspiration: Gaya Jepang Retro.
Key Items: Sweater rajut tipis, setelan jas, kaftan, gaun motif abstrak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wes Gordon
Desainer lulusan Central Saint Martins, London yang pernah menimba ilmu di studio Tom Ford dan Oscar de la Renta ini cukup diperhitungkan di industri mode New York. Walaupun peragaannya dilangsungkan pukul 9 pagi, namun para buyer dan penikmat mode antusias menghadirinya. Kepiawaiannya mengolah kain alami dan detail yang dikerjakan dengan tangan membuat koleksinya diborong pusat perbelanjaan Saks hingga Harrods. Koleksinya kali ini berbau militer namun secara keseluruhan terlihat manis dan feminin.
Key Inspiration: Army-look.
Key Items: Jaket utility, rompi double-breast, rok lipit.
Koleksi lengkap klik di sini.
Holly Fulton
Terpana akan sentuhan grafis dan blok warna ala mode tahun '60-an, desainer satu ini mengulang kembali kejayaan aliran pop art dalam koleksinya. Dikemas dengan konsep gaya berlibur yang mewah, sangat cocok bagi mereka yang ingin tampil ala Jet-setters. Tak ingin dicap sebagai desainer baru yang masih suka bereksperimen, ia menjaga koleksinya agar tetap berdaya pakai tinggi dan menyuntikkan motif tribal agar tetap tampil meriah.
Key Inspiration: Berlayar.
Key Items: Celana palazzo, rok bervolume, gaun yang dipotong laser, motif tribal.
Koleksi lengkap klik di sini.
(fer/fer)










































