Jakarta Fashion Week 2010/2011
Pesona Keindahan Indonesia Timur Lewat Karya Stephanus Hamy
wolipop
Jumat, 12 Nov 2010 11:05 WIB
Jakarta
-
Potensi dan keindahan Indonesia bagian Timur sering kali dilupakan. Untuk itu, Stephanus Hamy melakukan sebuah peragaan yang terinpirasi dari kebudayaan masyarakat Indonesia Timur.
'Cerita Tenun Dari Timur' demikianlah tema peragaan busana Stephanus Hamy. Koleksi yang ia pamerkan dibuat dari kain-kain khas pulau Flores, Sumba dan Timor. Ia berharap kain tenun hasil pengrajin di daerah itu dapat diminati masyarakat Indonesia juga dunia.
"Banyak yang mengira kain tenun dari NTT itu berat dan tidak nyaman. Padahal kini para pengrajin sudah bisa menghasilkan kain yang ringan. Kain yang berat hanyalah bahan-bahan untuk koleksi yang biasanya dibuat dari benang pilin," demikian Hany menjelaskan.
Hamy juga berharap, lewat peragan busana miliknya, para pengrajin di NTT tak pernah punah dan terus berkarya serta memiliki penerus. Dengan begitu ia pun bisa membuat daerah NTT lebih terdengar di mata masyarakat Indonesia dan dunia.
Tak hanya itu, tahun ini Hamy juga mengembangkan desain dari kain khas jawa tengah, 'gendongan'. Kain gendongan memiliki tekstur yang kaku dan kasar karena berbahan dasar benang rami. Hamy mengakui, koleksinya dari bahan gendongan memang belum sempurna. Namun ia berharap, hal ini bisa menginspirasi para desainer yang ingin membuat aneka busana dari kain yang bertekstur kaku.
"Kain gendongan yang saya pakai masih mentah. Namun jika banyak yang tertarik, rencananya tahun depan saya akan mulai mengajak para pengrajin untuk mengolahnya," ujar Hamy lagi.
(kee/kee)
'Cerita Tenun Dari Timur' demikianlah tema peragaan busana Stephanus Hamy. Koleksi yang ia pamerkan dibuat dari kain-kain khas pulau Flores, Sumba dan Timor. Ia berharap kain tenun hasil pengrajin di daerah itu dapat diminati masyarakat Indonesia juga dunia.
"Banyak yang mengira kain tenun dari NTT itu berat dan tidak nyaman. Padahal kini para pengrajin sudah bisa menghasilkan kain yang ringan. Kain yang berat hanyalah bahan-bahan untuk koleksi yang biasanya dibuat dari benang pilin," demikian Hany menjelaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, tahun ini Hamy juga mengembangkan desain dari kain khas jawa tengah, 'gendongan'. Kain gendongan memiliki tekstur yang kaku dan kasar karena berbahan dasar benang rami. Hamy mengakui, koleksinya dari bahan gendongan memang belum sempurna. Namun ia berharap, hal ini bisa menginspirasi para desainer yang ingin membuat aneka busana dari kain yang bertekstur kaku.
"Kain gendongan yang saya pakai masih mentah. Namun jika banyak yang tertarik, rencananya tahun depan saya akan mulai mengajak para pengrajin untuk mengolahnya," ujar Hamy lagi.
(kee/kee)











































