Jakarta
-
Sebuah tur tahunan dari G-Shock, 'Shock The World Tour' kini hadir kembali. Jam legendaris asal Jepang ini tidak hanya menghampiri pusat kota mode seperti New York dan Milan saja, tahun ini 'Shock The World Tour' menghampiri Jakarta.
'Shock The World Tour' pertama kali hadir pada 11 Juni 2009 di London. Hingga kini sudah 28 kota di 18 negara yang menjadi rangkaian tur 'Shock The World Tour' ini.
Di Jakarta, 'Shock The World Tour' akan diakan hari ini, Rabu (6/10/10). Seperti pada pesta 'Shock The World Tour' di kota-kota lainnya, pesta 'Shock The World Tour' di Jakarta akan menghadirkan berbagai penampilan, mulai dari DJ Riri, J-Rock, Divas Percussion dan G-Shock Performance.
Acara yang diadakan di Golden Crown Digitech Lounge, Glodok Plaza lantai 7 akan menghadirkan 'the founding father of G-Shock', Mr. Kikuo Ibe. Sebuah kesempatan yang jarang terjadi bagi penggemar jam tangan yang sangat kental dengan gaya street wear ini.
Wawancara dengan 'the founding father of G-Shock', Mr. Kikuo Ibe
Sehari sebelum 'Shock The World Tour' digelar, tim wolipop mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Mr. Kikuo Ibe, sang penemu jam G-Shock. Kesempatan ini tentunya tidak kami sia-siakan dan melayangkan beberapa pertanyaan.
Dalam wawancara dengan Mr. Kikuo Ibe, ia menjelaskan transformasi jam tangan G-Shock dari jam tangan sehari-hari menjadi sebuah item fashion yang 'wajib' bagi mereka yang menyukai gaya street wear. Bahkan saat ini G-Shock telah menjadi koleksi pencinta jam, seperti halnya jam Swatch.
Mr. Kikuo Ibe juga menjelaskan bahwa G-Shock saat ini mengikuti perkembangan teknologi. Hal ini bisa dilihat dengan kehadiran seri 'Tough Solar' yang menggunakan energi matahari.
Sang kreator G-Shock, Mr. Kikuo Ibe, mengatakan bahwa ia melihat energi yang sangat besar pada anak muda di Indonesia. Hal inilah yang membuat Jakarta menjadi salah satu kota yang disambangi 'Shock The World Tour'.
Mengingat sudah banyaknya kolaborasi G-Shock dengan seniman ternama dunia, ia pun tidak menutup kemungkinan jika suatu hari nanti G-Shock akan bekerja sama dengan seniman lokal untuk membuat desain khusus seri G-Shock tertentu. (af1/af1)
'Shock The World Tour' pertama kali hadir pada 11 Juni 2009 di London. Hingga kini sudah 28 kota di 18 negara yang menjadi rangkaian tur 'Shock The World Tour' ini.
Di Jakarta, 'Shock The World Tour' akan diakan hari ini, Rabu (6/10/10). Seperti pada pesta 'Shock The World Tour' di kota-kota lainnya, pesta 'Shock The World Tour' di Jakarta akan menghadirkan berbagai penampilan, mulai dari DJ Riri, J-Rock, Divas Percussion dan G-Shock Performance.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wawancara dengan 'the founding father of G-Shock', Mr. Kikuo Ibe
Sehari sebelum 'Shock The World Tour' digelar, tim wolipop mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Mr. Kikuo Ibe, sang penemu jam G-Shock. Kesempatan ini tentunya tidak kami sia-siakan dan melayangkan beberapa pertanyaan.
Dalam wawancara dengan Mr. Kikuo Ibe, ia menjelaskan transformasi jam tangan G-Shock dari jam tangan sehari-hari menjadi sebuah item fashion yang 'wajib' bagi mereka yang menyukai gaya street wear. Bahkan saat ini G-Shock telah menjadi koleksi pencinta jam, seperti halnya jam Swatch.
Mr. Kikuo Ibe juga menjelaskan bahwa G-Shock saat ini mengikuti perkembangan teknologi. Hal ini bisa dilihat dengan kehadiran seri 'Tough Solar' yang menggunakan energi matahari.
Sang kreator G-Shock, Mr. Kikuo Ibe, mengatakan bahwa ia melihat energi yang sangat besar pada anak muda di Indonesia. Hal inilah yang membuat Jakarta menjadi salah satu kota yang disambangi 'Shock The World Tour'.
Mengingat sudah banyaknya kolaborasi G-Shock dengan seniman ternama dunia, ia pun tidak menutup kemungkinan jika suatu hari nanti G-Shock akan bekerja sama dengan seniman lokal untuk membuat desain khusus seri G-Shock tertentu. (af1/af1)










































