Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pangeran William Murka Kate Middleton Diminta Ganti Ejaan Nama

Daniel Ngantung - wolipop
Rabu, 12 Agu 2026 08:31 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 14:  Catherine, Princess of Wales and Prince William, Prince of Wales leave after a service for the reception of Queen Elizabeth IIs coffin at Westminster Hall, on September 14, 2022 in London, United Kingdom. Queen Elizabeth IIs coffin is taken in procession on a Gun Carriage of The Kings Troop Royal Horse Artillery from Buckingham Palace to Westminster Hall where she will lay in state until the early morning of her funeral. Queen Elizabeth II died at Balmoral Castle in Scotland on September 8, 2022, and is succeeded by her eldest son, King Charles III. (Photo by Ben Stansall - WPA Pool/Getty Images)
Pangeran William dan Putri Wales Catherine. (Foto: Ben Stansall - WPA Pool/Getty Images)
London -

Pangeran William dikabarkan pernah geram ketika ayahnya, Raja Charles III, dan Ratu Camilla meminta Kate Middleton mengubah ejaan nama depannya dari Catherine menjadi Katherine. Alasan penggantian berkaitan dengan inisial nama mereka yang sama.

Drama keluarga ini diungkap penulis biografi kerajaan Christopher Andersen dalam buku terbarunya, 'Kate! The Courage, Grace, and Power of the Woman Who Will Be Queen'. Buku itu menjelaskan, Charles dan Camilla diketahui memiliki monogram kerajaan yang terdiri dari dua huruf C yang saling terkait di bawah mahkota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

LONDON, ENGLAND - MAY 16:  Prince William, Prince of Wales during the Emirates FA Cup Final match between Chelsea and Manchester City on May 16, 2026 in London, England. (Photo by Alex Pantling - The FA/The FA via Getty Images)Pangeran William (Foto: The FA via Getty Images/Alex Pantling - The FA)

ADVERTISEMENT

Keduanya disebut khawatir jika Kate menggunakan inisial C, akan ada terlalu banyak simbol huruf C dalam identitas kerajaan. "Apakah Kate keberatan untuk mengganti namanya dari Catherine ke Katherine," tulis Anderson seperti dikutip Fox News, Senin (10/8/2026).

Permintaan tersebut rupanya membuat William jengkel. Andersen mengklaim putra sulung Raja Charles III itu langsung membela istrinya.

"Tersinggung oleh permintaan lain dari penguasa tertinggi yang pada dasarnya hanya untuk menyenangkan Camilla, William yang marah merespons demi membela istrinya," tulis Andersen.

Ia bahkan menyebut William menilai permintaan tersebut sebagai sesuatu yang menghina, bukan hanya bagi Kate tetapi juga keluarga Kate.

Britain's William, Prince of Wales, and Catherine, Princess of Wales, arrive with Jane Millichip, CEO of the British Academy of Film and Television Arts and Lord-Lieutenant of Greater London Ken Olisa to the BAFTA Film Awards 2026, at the Royal Festival Hall, Southbank Centre, in London, Britain, February 22, 2026, REUTERS/Jaimi Joy/PoolPutri Wales Catherine atau Kate Middleton. (Foto: REUTERS/Jaimi Joy/Pool)

Fox News mencoba mengkonfirmasi, tapi pihak Istana Kensington menolak berkomentar mengenai isi buku tersebut.

Di tengah sorotan mengenai nama tersebut, publik memang lebih mengenal Princess of Wales dengan panggilan Kate. Namun, nama resminya adalah Catherine.

Andersen mengatakan Kate sebenarnya menyukai Charles dan tidak menyimpan dendam terhadap sang mertua. Ia bahkan menduga ide untuk mengganti ejaan namanya datang dari pihak lain.

Menurut Andersen, Kate merasa sangat kuat terhadap nama yang diberikan orangtuanya. Karena itu, mengubah nama formalnya hanya karena alasan yang berkaitan dengan inisial kerajaan dianggap terlalu berlebihan.

Britain's King Charles III, left, and Queen Camilla arrive to attend the Easter Matins Service at St. George's Chapel, Windsor Castle, England, Sunday, March 31, 2024. (Hollie Adams/Pool Photo via AP)Raja Charles dan Ratu Camilla. (Foto: Hollie Adams/Pool Photo via AP)

"Kate sangat berpegang teguh pada prinsipnya dan bagaimana ia ingin dikenal dunia," ujar Andersen.

Ia menggambarkan Kate sebagai sosok yang terlihat baik hati dan penuh kasih, tetapi memiliki kemauan yang sangat kuat. Andersen menilai mengubah nama Catherine menjadi Katherine demi menghindari terlalu banyak huruf C dalam simbol kerajaan merupakan hal yang sulit diterima Kate.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads