Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

YouTuber Anti-Feminis Korea Ditemukan Tewas, Netizen Malah Ramai Mengejek

Kiki Oktaviani - wolipop
Selasa, 11 Agu 2026 09:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Bae In-gyu
Foto: dok. Instagram Bae In-gyu
Jakarta -

YouTuber kontroversial asal Korea Selatan, Bae In-gyu, ditemukan meninggal dunia setelah diduga jatuh dari apartemennya di Yeongjongdo, Incheon. Ia meninggal pada usia 36 tahun.

Bae dikenal sebagai pemimpin kelompok anti-feminis New Men's Solidarity. Kelompok tersebut dikenal sebagai organisasi anti-feminis yang aktif mengkritik gerakan feminisme dan kebijakan terkait kesetaraan gender.

Menurut laporan SBS News, Bae ditemukan pada Jumat (7/8/2026) setelah seorang penghuni apartemen menghubungi layanan darurat karena melihat seseorang terjatuh. Polisi kemudian menemukan Bae dalam kondisi sudah meninggal di lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematiannya. Tidak ditemukan surat bunuh diri di lokasi dan polisi juga belum menemukan indikasi adanya tindak kriminal. Rekaman CCTV serta bukti lain di sekitar lokasi turut diperiksa. Bae diketahui tinggal di apartemen tersebut bersama kekasihnya.

Dikenal sebagai Aktivis Anti-Feminis

Pada 2022, Bae pernah menyampaikan pandangannya kepada TIME melalui unggahan Facebook. Ia menuding sistem di Korea Selatan telah membuat laki-laki dapat dicap sebagai pelaku kejahatan seksual hanya berdasarkan tuduhan perempuan.

ADVERTISEMENT

"Republik Korea sekarang menjadi gila, mengabaikan prinsip praduga tak bersalah dan membiarkan laki-laki dicap sebagai pelaku kejahatan seksual tanpa bukti hanya karena perempuan mengatakannya," tulis Bae kala itu.

Melalui kanal YouTube-nya, Bae juga kerap membahas isu politik dan sosial dengan pandangan konservatif. Ia bahkan pernah menjadi pendukung vokal mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol.

Sikapnya yang sangat kontroversial membuat Bae memiliki banyak pendukung sekaligus kritikus. Sejumlah pihak menilai retorikanya berkontribusi terhadap meningkatnya konflik gender di Korea Selatan.

Bae In-gyuBae In-gyu Foto: dok. Instagram Bae In-gyu

Punya Riwayat Hukum

Sebelum meninggal, Bae juga beberapa kali terseret masalah hukum. Pada 2018, ia pernah dihukum karena melakukan kekerasan terhadap mantan istrinya dan dijatuhi denda.

Namanya kembali menjadi sorotan pada 2025 setelah ditangkap terkait dugaan penggunaan methamphetamine. Berbagai kontroversi tersebut membuat kematian Bae kembali menjadi perhatian publik Korea Selatan.

Kematian Bae Picu Reaksi Keras di Internet

Kabar kematian Bae In-gyu juga memunculkan reaksi keras di media sosial. Di tengah ucapan duka, sejumlah netizen justru menuliskan komentar yang mengejek kematiannya.

Komentar tersebut bahkan ditujukan kepada YouTuber Go Gi-nam, yang pernah terlibat konflik dengan Bae. Beberapa netizen menulis, "Kamu menang," "Selamat," hingga "Pemenang akhirnya adalah Go Gi-nam." Komentar-komentar tersebut kemudian disorot setelah Go Gi-nam mengungkapkan rasa kecewanya.

Go Gi-nam mengaku merasa sangat terpukul dengan reaksi tersebut. Ia mengatakan bahwa kematian Bae tidak seharusnya diperlakukan sebagai sebuah kemenangan.

"Saya sangat sedih dan terpukul. Jangan menjadikan kematian seseorang sebagai sesuatu yang harus dirayakan atau dianggap sebagai kemenangan," tulisnya di media sosialnya.

"Tolong hentikan ejekan, penghinaan, dan spekulasi yang tidak berdasar terhadap almarhum. Saya berharap kalian membiarkannya pergi dengan tenang," tambahnya.

Sementara itu, keluarga Bae meminta publik tidak menyebarkan spekulasi terkait kematiannya. Mereka juga mengklarifikasi bahwa pemakaman Bae tetap dilakukan secara tertutup dan hanya dihadiri keluarga serta kerabat dekat.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads