Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pembunuh Pacar dan Sahabat Pamer Selfie dari Penjara, Tuai Sorotan

Tim Wolipop - wolipop
Sabtu, 11 Jul 2026 13:11 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Mackenzie Shirilla
Foto: mackenzieshirilla/instagram
Jakarta -

Mackenzie Shirilla, perempuan yang dijuluki 'Hell on Wheels' setelah divonis sengaja menabrakkan mobil hingga menewaskan dua orang, kembali menjadi sorotan. Kali ini, bukan karena sidang, melainkan unggahan selfie terbaru dari balik penjara yang dibagikan pendukungnya di media sosial.

Dalam foto tersebut, Shirilla yang kini berusia 21 tahun tampil dengan ekspresi datar. Pendukungnya menyertakan keterangan bahwa ia terus berusaha memperbaiki diri dan masih berharap bisa membatalkan vonis yang menjeratnya.

Kasus Shirilla sempat menjadi perhatian setelah diangkat dalam dokumenter Netflix The Crash. Pada Juli 2022, ia mengemudikan mobil dengan kecepatan sekitar 160 km/jam sebelum menghantam tembok di Strongsville, Ohio. Insiden itu menewaskan kekasihnya, Dominic Russo (20), dan sahabat mereka, Davion Flanagan (19).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 2023, pengadilan memvonis Shirilla bersalah atas dua dakwaan pembunuhan kendaraan yang diperberat dan empat dakwaan penyerangan berat. Saat menjatuhkan hukuman, hakim bahkan menyebutnya sebagai "Hell on Wheels" karena menilai aksi tersebut dilakukan dengan sengaja. Ia kini menjalani hukuman 15 tahun hingga seumur hidup.

Akhir Juni lalu, Mahkamah Agung Ohio kembali menolak permohonan bandingnya karena pengajuan dilakukan sehari melewati tenggat. Meski begitu, tim kuasa hukum kembali mengajukan permohonan agar pengadilan mempertimbangkan ulang keputusan tersebut dengan alasan aturan tenggat waktu membingungkan.

ADVERTISEMENT

Sejak divonis, berbagai upaya hukum Shirilla untuk membatalkan putusan selalu berakhir gagal. Pengacaranya berpendapat bahwa saat kecelakaan terjadi, Shirilla yang masih berusia 17 tahun mengalami kondisi medis tertentu yang diduga membuatnya kehilangan kesadaran sebelum mobil menabrak tembok.
Mereka juga menilai tim pembela sebelumnya tidak menghadirkan bukti medis maupun saksi ahli untuk mendukung klaim tersebut.

Di balik jeruji besi, Shirilla juga beberapa kali menjadi sorotan. Catatan disiplin menunjukkan ia menerima puluhan pelanggaran, mulai dari tindakan tidak pantas saat panggilan video hingga kedapatan menyimpan foto telanjang dan pil yang tidak diketahui asalnya di dalam sel. Sesuai hukum yang berlaku, Mackenzie Shirilla baru akan memenuhi syarat untuk mengajukan pembebasan bersyarat pada 2037.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads