Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Putri Aiko Disarankan Jadi Penerus Kaisar Jepang: Tak Akan Ada yang Menikahinya

Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 30 Jun 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Putri Aiko
Foto: dok. The Imperial Household Agency of Japan via AP
Jakarta -

Jepang menghadapi kekhawatiran terkait keberlangsungan kekaisaran selagi masalah penurunan populasi masih jadi perhatian. Ketatnya aturan untuk jadi penerus tahta dianggap menjadi salah satu penyebabnya. Untuk menjadi kaisar, seseorang dari keluarga kerajaan harus berjenis kelamin pria dan diharapkan menikah dengan sesama bangsawan.

Karena itu, muncul wacana agar aturan dilonggarkan. Putri Aiko, anak tunggal dari Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako, disarankan untuk bisa jadi suksesi. Baru-baru ini anjuran itu dibahas seorang anggota parlemen senior dari Partai Demokrat Liberal (LDP). Pernyataannya jadi sorotan.

Putri Aiko memang tidak bisa menjadi kaisar berdasarkan undang-undang suksesi Jepang saat ini. Selain karena itu, Hirofumi Nakasone, mantan menteri luar negeri yang mengepalai markas besar reformasi konstitusi LDP, berpikir nantinya sang putri akan mengalami kesulitan menikah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Putri AikoPutri Aiko Foto: dok. Imperial Household Agency


Hal itu disampaikan dalam pidatonya di Takaoka, Prefektur Toyama, ketika anggota parlemen memperdebatkan cara mengatasi menyusutnya keluarga kekaisaran. Merujuk pada Putri Aiko yang berusia 24 tahun, Nakasone mengelak kemungkinannya.

ADVERTISEMENT

Nakasone kemudian menjelaskan alasannya mengapa hal itu sulit dilakukan. Jika Putri Aiko menjadi kaisar saat belum menikah, menurutnya tidak akan ada seorang pun yang mau menikahinya dengan alasan tekanan yang akan dihadapi calon suami. Putra mantan perdana menteri Yasuhiro Nakasone itu juga beranggap sang putri akan menghadapi tekanan besar untuk menghasilkan ahli waris laki-laki.

Undang-undang Rumah Kekaisaran Jepang tahun 1947 diketahui membatasi suksesi hanya pada keturunan laki-laki dari pihak ayah, sehingga Putri Aiko tidak memenuhi syarat meskipun ia merupakan satu-satunya anak kaisar. Masalah ini semakin mendapat perhatian karena jumlah anggota keluarga kekaisaran semakin berkurang.

In this Nov. 25, 2018, photo provided by the Imperial Household Agency of Japan,  Japan's Princess Aiko poses for a photo, at Togu Palace in Tokyo. Princess Aiko, daughter of Crown Prince Naruhito and Crown Princess Masako, celebrated 17th birthday on Saturday, Dec. 1, 2018. (Imperial Household Agency of Japan via AP)In this Nov. 25, 2018, photo provided by the Imperial Household Agency of Japan, Japan's Princess Aiko poses for a photo, at Togu Palace in Tokyo. Princess Aiko, daughter of Crown Prince Naruhito and Crown Princess Masako, celebrated 17th birthday on Saturday, Dec. 1, 2018. (Imperial Household Agency of Japan via AP) Foto: Dok. TheImperialHouseholdAgencyof/AFP, Getty Images


Meski ditolak sejumlah pihak konservatif, jajak pendapat publik menunjukkan dukungan kuat untuk mengizinkan seorang kaisar perempuan. Fakta itu pun lagi-lagi ditolak oleh anggota parlemen tersebut.

"Ini bukanlah pemungutan suara popularitas. Ini tentang siapa yang akan mewarisi takhta kaisar negara, dan kita harus mendiskusikannya dengan tenang berdasarkan hukum," ujarnya.

Di tengah kekhawatiran tentang keberlangsungan kekaisaran Jepang, Pangeran Hisahito disebut bakal jadi penerus daripada anak kaisar sendiri. Ia merupakan bungsu dari Pangeran Mahkota Akishino, pangeran termuda dalam keluarga kerajaan Jepang yang hanya beranggotakan 17 orang. Hisahito bahkan menjadi anggota kerajaan Jepang pertama yang mencapai usia 18 tahun dalam 40 tahun terakhir.

Pangeran Hisahito dari JepangPangeran Hisahito dari Jepang Foto: Getty Images

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads