Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tuduhan Serius Influencer 'Looksmaxxing', Pelecehan Hingga Suntik Wajah Ilegal

Tim Wolipop - wolipop
Senin, 11 Mei 2026 15:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Tren ‘Looksmaxxing’ Pada Cowok Gen Z
Braden Peters atau yang dikenal dengan nama online Clavicular Foto: dok. TikTok
Jakarta -

Influencer dan live streamer Braden Peters atau yang dikenal dengan nama online Clavicular tengah menghadapi tuduhan serius. Ia dituduh telah melakukan pelecehan, kekerasan hingga menyuntik wajah influencer remaja tanpa izin saat live streaming berlangsung.

Gugatan tersebut diajukan oleh Aleksandra Vasilevna Mendoza atau yang dikenal di media sosial dengan nama Alorah Ziva. Dalam dokumen gugatan yang diajukan pada 29 April 2026, Mendoza menuntut ganti rugi minimal US$ 50 ribu atau sekitar Rp 800 jutaan.

Menurut isi gugatan, Aleksandra mengaku pertama kali mengenal Peters pada 2025 saat masih berusia 17 setelah diajak membuat konten online. Saat itu, ia disebut dijanjikan kesempatan menjadi 'looksmaxxing versi wanita'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istilah looksmaxxing sendiri dipopulerkan Clavicular sebagai proses untuk memaksimalkan penampilan. Jika pria identik dengan tubuh berotot dengan rahang tegas, sementara wanita tampil dengan wajah tirus, alis tinggi dan tebal.

Aleksandra Vasilevna Mendoza atau yang dikenal di media sosial dengan nama Alorah ZivaAleksandra Vasilevna Mendoza atau yang dikenal di media sosial dengan nama Alorah Ziva Foto: dok. Instagram @zahloria

Dalam dokumen pengadilan, remaja 18 tahun itu mengaku pernah datang ke sebuah properti di Cape Cod untuk bertemu Peters. Ia menuduh alkohol disediakan di lokasi hingga dirinya mabuk sebelum mengalami aktivitas seksual tanpa persetujuan. Ia juga menyebut kejadian serupa terjadi beberapa kali selama kunjungan tersebut.

ADVERTISEMENT

Aleksandra juga mengklaim bahwa wajahnya disuntik Aqualyx, zat penghancur lemak oleh Peters, tanpa persetujuan yang jelas dan tanpa prosedur medis resmi. Ia juga menuduh Peters sempat mengatakan bahwa zat tersebut mungkin mengandung methamphetamine.

Kasus ini juga menyoroti dugaan insiden lain saat kembali bertemu Peters di Miami untuk mengikuti sesi livestream. Dalam siaran tersebut, ia mengaku wajahnya disuntik Aqualyx, zat penghancur lemak, tanpa persetujuan yang jelas dan tanpa prosedur medis resmi.

Dalam gugatan itu, Aleksandra menyebut hubungannya dengan Peters justru berdampak buruk pada pekerjaannya, termasuk kehilangan sejumlah kerja sama sponsor. Ia juga menuduh Peters menggunakan gambar dan identitas dirinya untuk konten online tanpa izin.

Pihak Peters melalui kuasa hukumnya membantah seluruh tuduhan tersebut. Pengacara Peters menyebut gugatan itu tidak berdasar.

"Tuduhan ini belum terbukti dan akan kami hadapi melalui proses hukum yang semestinya," kata pihak kuasa hukum Peters, seperti dikutip dari TMZ.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads