Pangeran Harry Digugat Yayasan Sendiri, Dituding Pencemaran Nama Baik
Pangeran Harry menghadapi gugatan hukum dari yayasan amal yang ia dirikan. Pada Jumat (10/04/2026), ia digugat atas tuduhan pencemaran nama baik oleh Sentebale, yayasan yang pernah dibangunnya untuk menghormati mendiang ibunya, Putri Diana.
Mantan trustee (anggota dewan), Mark Dyer, juga ikut disebut sebagai tergugat dalam kasus ini. Dalam pernyataan resmi yang dirilis di situs Sentebale, pihak yayasan menyebut Harry dan Mark sebagai 'arsitek' dari kampanye media yang merugikan.
"Kampanye ini berdampak viral dan memicu gelombang cyberbullying terhadap yayasan serta para pemimpinnya," tulis pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Just Jared.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentebale juga mengonfirmasi bahwa mereka telah membawa kasus ini ke jalur hukum.
"Sentebale telah memulai proses hukum di High Court of England and Wales," demikian pernyataan dari dewan pengurus dan direktur eksekutif.
Menurut mereka, kampanye media yang berlangsung sejak 25 Maret 2025 telah menyebabkan gangguan operasional dan merusak reputasi yayasan.
"Narasi yang tidak benar tentang yayasan dan kepemimpinannya telah beredar luas, merusak hubungan dengan staf, mitra, serta memaksa kami mengalihkan waktu dan sumber daya untuk menghadapi krisis reputasi yang bukan kami sebabkan," lanjut pernyataan tersebut.
Sebagai informasi, Sentebale didirikan oleh Pangeran Harry bersama Pangeran Seeiso of Lesotho pada 2006. Yayasan ini berfokus pada isu kesehatan anak muda, ketimpangan ekonomi, serta ketahanan terhadap perubahan iklim di wilayah Lesotho dan Botswana.
Saat ini, Sentebale menangani sekitar 78.000 anak dan remaja di Afrika Selatan bagian selatan. Jumlah yang dinilai semakin krusial di tengah menurunnya bantuan internasional.
"Yayasan tidak seharusnya terus menghabiskan sumber daya untuk mengatasi dampak kampanye ini. Ini harus dihentikan," tegas mereka.
Pihak yayasan juga memastikan bahwa langkah hukum ini tidak menggunakan dana amal.
"Biaya proses hukum sepenuhnya ditanggung oleh pendanaan eksternal, bukan dari dana donasi," jelasnya.
Meski situasi ini cukup pelik, Sentebale menegaskan bahwa fokus utama mereka tetap pada misi awal.
"Fokus kami tetap sama seperti sebelumnya: anak-anak dan generasi muda di Lesotho dan Botswana," tutup pernyataan tersebut.
Konflik ini berakar dari ketegangan internal yang terjadi sejak awal 2025.
Pada Maret 2025, Pangeran Harry dan Pangeran Seeiso memutuskan mundur dari Sentebale, bersama sejumlah anggota dewan lainnya.
Dalam pernyataan bersama, mereka mengungkap bahwa hubungan dengan ketua dewan saat itu sudah "rusak dan tidak bisa diperbaiki". Setelah pengunduran diri tersebut, situasi memanas.
Sejumlah laporan media internasional menyebut adanya perbedaan visi dan konflik kepemimpinan di dalam yayasan. Nama Sentebale kemudian ikut terseret dalam pemberitaan negatif, mulai dari isu tata kelola organisasi hingga masalah internal yang terekspos ke publik.
Hingga kini Pangeran Harry belum memberikan klarifikasi secara resmi.
(hst/hst)










































