Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pangeran William Diisukan Naik Takhta dalam 6 Bulan ke Depan

Kiki Oktaviani - wolipop
Senin, 09 Mar 2026 06:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

LONDON, ENGLAND - FEBRUARY 22: Catherine, Princess of Wales and William, Prince of Wales attend the 2026 EE BAFTA Film Awards at The Royal Festival Hall on February 22, 2026 in London, England. (Photo by Scott Garfitt/BAFTA via Getty Images)
Foto: BAFTA via Getty Images/Scott Garfitt
Jakarta -

Spekulasi mengenai masa depan takhta Inggris kembali mencuat. Seorang pengamat kerajaan menyebut kemungkinan Raja Charles III mundur dari takhta dan digantikan oleh putra sulungnya, Pangeran William, dalam waktu relatif dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh royal insider Rob Shuter saat tampil dalam podcast The Nerve with Maureen Callahan. Dalam perbincangan itu, ia membahas berbagai isu terbaru seputar keluarga kerajaan Inggris, termasuk masa depan kepemimpinan Charles. Rob Shuter, yang pernah bekerja sebagai juru bicara untuk Putri Michael of Kent, mengatakan dirinya memiliki sumber yang kuat di dalam lingkungan istana.

"Sumber saya di istana cukup kuat. Saya pernah menjadi publicist untuk Putri Michael of Kent. Saya pernah bekerja untuk keluarga kerajaan. Saya menerima cek dari mereka, saya mendapatkan retainer bulanan dari mereka," ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam diskusi tersebut, Shuter juga menyinggung artikel yang pernah ia tulis, yang menyarankan agar Raja Charles mempertimbangkan untuk turun takhta. Menurutnya, tulisan itu sempat menjadi perhatian di lingkungan istana.

"Saya diberi tahu di dalam istana, 'Tulisan bombshell Anda yang mengatakan Charles seharusnya turun takhta dibaca di dalam istana, dan banyak orang setuju dengan Anda. Sudah waktunya membuka halaman baru. Kita pernah membicarakan ini sebelumnya, Maureen,'" katanya.

ADVERTISEMENT

Ia kemudian menyebut kemungkinan Pangeran William akan menjadi raja lebih cepat dari yang diperkirakan. Menurutnya, William bahkan bisa naik takhta dalam enam hingga 12 bulan ke depan, jika skenario tersebut benar-benar terjadi.

"Dia sebenarnya sudah seperti raja, raja yang bertindak dalam segala hal kecuali nama," ujar Shuter.

Selain membahas suksesi takhta, perbincangan itu juga menyinggung isu mengenai Royal Lodge, kediaman yang sebelumnya ditempati Pangeran Andrew. Ada spekulasi bahwa Raja Charles mempertimbangkan memberikan properti tersebut kepada Pangeran Harry dan Meghan Markle sebagai bentuk rekonsiliasi.
Shuter berpendapat, jika keputusan itu benar-benar diambil, William kemungkinan tidak akan mempermasalahkannya.

"Saya tidak berpikir William akan bertarung soal itu. Ada isu yang jauh lebih besar yang harus ia hadapi," katanya.

Seperti diketahui, Pangeran Andrew sebelumnya dilaporkan meninggalkan Royal Lodge dan kini tinggal di Wood Farm yang berada di kawasan Sandringham Estate milik Raja Charles di Norfolk, setelah kehilangan sejumlah gelar kerajaan.

Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Istana Buckingham mengenai kemungkinan Raja Charles turun takhta ataupun perubahan besar dalam struktur keluarga kerajaan Inggris. Spekulasi tersebut masih sebatas pembahasan para pengamat kerajaan.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads