Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Bikin Donald Trump Murka, Bad Bunny Didukung Katy Perry Tampil di Super Bowl

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Senin, 09 Feb 2026 18:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

SANTA CLARA, CALIFORNIA - FEBRUARY 08: Bad Bunny performs during halftime of Super Bowl LX between the New England Patriots and the Seattle Seahawks at Levis Stadium on February 08, 2026 in Santa Clara, California. (Photo by Kathryn Riley/Getty Images)
Bad Bunny membawa bendera Puerto Rico, tempat kelahirannya, saat tampil dalam Super Bowl Halftime Show di California pada Minggu (8/2). Foto: AP Photo/Mark J. Terrill
Jakarta -

Penampilan Bad Bunny di Super Bowl Halftime Show tak hanya menjadi perbincangan di ranah musik, tetapi juga merembet ke isu politik. Rapper asal Puerto Rico tersebut dikritik sejumlah tokoh konservatif Amerika Serikat, termasuk Presiden Donald Trump, jelang aksinya di panggung olahraga terbesar di negara itu.

Dikecam orang nomor satu AS, ia mendapat dukungan dari sesama penyanyi, Katy Perry. Pelantun lagu 'Last Friday Night' itu menyampaikan dukungan terbuka kepada Bad Bunny melalui media sosial X.

Penyanyi yang pernah menjadi bintang Halftime Super Bowl 2015 itu mendorong Bad Bunny untuk menunjukkan pesan yang lebih luas lewat penampilannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kamu bisa @sanbenito ingatkan pada dunia apa sebenarnya mimpi Amerika yang nyata itu #SuperBowlLIX," tulis Katy Perry.

Cuitan Katy kemudian ramai diperbincangkan sebagai respons simbolik terhadap kritik bernuansa politik yang diarahkan pada sang musisi.

ADVERTISEMENT

Kritik terhadap Bad Bunny muncul karena latar belakangnya sebagai musisi Latin asal Puerto Rico yang kerap menonjolkan identitas budaya, bahasa Spanyol, serta isu sosial dalam karyanya. Kehadirannya di panggung Super Bowl disebut-sebut menjadi simbol perubahan wajah hiburan arus utama Amerika, yang tidak selalu diterima oleh kalangan konservatif.

Katy Perry menghadiri Pesta Oscar Vanity Fair 2025 yang Diselenggarakan Oleh Radhika Jones di Wallis Annenberg Center for the Performing Arts pada 02 Maret 2025 di Beverly Hills, California.Katy Perry dukung Bad Bunny tampil di Super Bowl. Foto: Getty Images/Lionel Hahn

Menanggapi polemik tersebut, Bad Bunny menegaskan bahwa fokus utamanya bukanlah perdebatan politik, melainkan menghadirkan hiburan. Dalam wawancara dengan Apple Music Radio, ia menyebut penampilannya akan dikemas sebagai perayaan budaya.

"Aku hanya ingin orang-orang bersenang-senang. Ini akan jadi pesta besar," ujar Bad Bunny, seperti dilansir Female First.

"Tentu akan ada banyak unsur budayaku. Aku tidak ingin memberi bocoran, tapi ini akan menyenangkan," lanjutnya.

Pop singer and composer Shakira performs during her Shakira dukung Bad Bunny tampil di Super Bowl. Foto: AP Photo/Fernando Vergara

Dukungan terhadap Bad Bunny juga datang dari Shakira. Penyanyi asal Kolombia itu menyebut kehadiran pria 31 tahun tersebut di Super Bowl sebagai momen penting bagi representasi budaya Latin di Amerika Serikat.

"Aku sangat bangga Bad Bunny tampil di Super Bowl. Dia mewakili budaya Latin sekaligus menunjukkan betapa besarnya pengaruh musik berbahasa Spanyol secara global," ujar Shakira.

Bad Bunny sukses 'mengguncang' panggung di paruh waktu pertandingan Super Bowl 2026 yang digelar di Levi's Stadium, in Santa Clara, California, pada Minggu (8/02/2026). Ia tampil serba putih dengan balutan busana dari beberapa brand, mulai dari Zara hingga Jacquemus.

Beberapa minggu sebelum Super Bowl digelar, Donald Trump menyerang Bad Bunny, dengan menyebut pemilihan rapper tersebut sebagai 'headline performer' untuk Super Bowl Halftime Show benar-benar konyol'.

Trump kembali melontarkan serangan verbal terhadap Bad Bunny pada Minggu (8/02/2026) waktu setempat.

"Super Bowl Halftime Show ini sangat buruk, salah satu yang terburuk, SEPANJANG MASA!" tulis Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social setelah pertunjukan paruh waktu itu berakhir.

"Ini tidak masuk akal, merupakan penghinaan terhadap Kehebatan Amerika, dan tidak mewakili standar kesuksesan, kreativitas, atau keunggulan kita," tukasnya.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads