Sosok Kontroversial CEO Telegram, Donor Sperma & Bagi Warisan ke 100 Anaknya
Nama Pavel Durov menjadi perbincangan dunia. Bukan hanya karena posisinya sebagai pendiri aplikasi Telegram, melainkan juga karena pengakuannya yang mengejutkan. Ia mengklaim telah menjadi ayah biologis bagi lebih dari 100 anak.
Di usia 41 tahun, miliarder asal Rusia itu secara terbuka menyatakan dirinya aktif mendonorkan sperma selama lebih dari satu dekade. Bahkan, Durov menyebut bersedia menanggung seluruh biaya in vitro fertilization (IVF) bagi wanita berusia di bawah 37 tahun yang ingin memiliki anak menggunakan spermanya. Pengakuan tersebut menempatkan Durov sebagai salah satu tokoh teknologi paling kontroversial saat ini.
Donor Sperma
Dalam wawancara dengan majalah Prancis Le Point, Durov mengungkap bahwa jumlah anak biologisnya melampaui angka 100. Enam di antaranya lahir dari hubungan romantis dengan tiga wanita berbeda, sementara sisanya berasal dari program donor sperma di berbagai negara. Menariknya, Durov menegaskan bahwa ia tidak membedakan status anak-anak tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi saya, tidak ada perbedaan antara anak yang lahir dari hubungan pribadi dan anak yang lahir melalui donor sperma. Mereka semua adalah anak saya," ujar Durov.
Awal Mula Donor Sperma
Foto: dok. Instagram
"Dokter mengatakan bahwa berbagi materi genetik berkualitas tinggi adalah bentuk tanggung jawab sipil," ungkapnya.
Selama 15 tahun, Durov mengklaim telah membantu lebih dari 100 pasangan di 12 negara untuk memiliki anak. Menurutnya, langkah tersebut juga didorong oleh kekhawatiran global terhadap krisis kesuburan pria.
"Dunia sedang menghadapi penurunan kualitas dan jumlah sperma, serta kelangkaan donor dengan kondisi genetik yang baik," katanya.
Semua Anak Berhak atas Warisan
Foto: Instagram @durov
"Selama mereka dapat membuktikan kesamaan DNA dengan saya, suatu hari nanti, mungkin 30 tahun dari sekarang, mereka berhak atas bagian dari harta warisan saya setelah saya tiada," kata Durov dalam wawancara di podcast Lex Fridman, Oktober lalu.
Dengan kekayaan bersih yang diperkirakan mencapai US$17,1 miliar atau sekitar Rp 286 triliun, menurut Forbes, pernyataan tersebut tentu memicu perdebatan luas, mulai dari etika hingga implikasi hukum lintas negara.
Kehidupan Pribadi dan Sengketa Hukum
Foto: Instagram @durov
Hubungan tersebut kini berujung pada sengketa hukum. Bolgar menuduh Durov menghentikan dukungan finansial sejak 2023 dan melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak-anak mereka. Seluruh tuduhan itu telah dibantah secara tegas oleh pihak Durov.
Situasi ini memunculkan kontras yang mencolok dengan pernyataan Durov, di mana ia mengaku siap membagi warisan kepada lebih dari 100 anak biologisnya hasil donor sperma.
Dijuluki 'Mark Zuckerberg Rusia'
Foto: Business Today
Terinspirasi oleh Facebook, Durov mendirikan VKontakte (VK), yang dengan cepat menjadi jejaring sosial terbesar di Rusia. Julukan "Mark Zuckerberg Rusia" pun melekat padanya. Namun, prinsip libertariannya membuat ia berseberangan dengan pemerintah Rusia.
Pada 2014, Durov didepak dari jabatannya sebagai CEO VK setelah menolak menyerahkan data pengunjuk rasa Ukraina kepada otoritas. Sejak saat itu, ia memilih hidup di pengasingan dan kini menetap di Dubai.
Membangun Telegram & Kontroversinya
Foto: Instagram/durov
Dalam salah satu unggahannya, Durov bahkan menyindir pesaingnya.
"Di depan kita berdiri WhatsApp, tiruan murah dari Telegram. Mereka mencoba menyalin inovasi kami selama bertahun-tahun, membakar miliaran dolar untuk melobi dan kampanye PR. Mereka gagal," tulis Durov.
Namun, fokus Telegram pada kebebasan juga menuai kritik. Pada 2024, Durov sempat ditangkap di Paris atas dugaan membantu tindak kejahatan seperti pencucian uang, perdagangan narkoba, dan distribusi pornografi anak melalui platformnya. Ia menyebut tuduhan tersebut tidak masuk akal.
"Fakta bahwa penjahat menggunakan layanan pesan kami, seperti mereka menggunakan banyak platform lain tidak menjadikan pengelolanya sebagai penjahat," tegas Durov.
Menghindari Sorotan Publik
Foto: Instagram @durov
Tidak lewat banyak kata, sosoknya justru menjadi viral melalui tindakan-tindakan yang kontroversial, mulai dari keputusan aktif mendonorkan sperma, menawarkan IVF gratis, hingga pengakuannya memiliki ratusan anak biologis. Kontras inilah yang membuat figur Durov terus memancing perhatian publik, meski ia sendiri memilih berada di balik layar.











































