Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sosok Kontroversial CEO Telegram, Donor Sperma & Bagi Warisan ke 100 Anaknya

Kiki Oktaviani - wolipop
Sabtu, 27 Des 2025 22:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

pavel durov
Foto: Instagram @durov
Jakarta -

Nama Pavel Durov menjadi perbincangan dunia. Bukan hanya karena posisinya sebagai pendiri aplikasi Telegram, melainkan juga karena pengakuannya yang mengejutkan. Ia mengklaim telah menjadi ayah biologis bagi lebih dari 100 anak.

Di usia 41 tahun, miliarder asal Rusia itu secara terbuka menyatakan dirinya aktif mendonorkan sperma selama lebih dari satu dekade. Bahkan, Durov menyebut bersedia menanggung seluruh biaya in vitro fertilization (IVF) bagi wanita berusia di bawah 37 tahun yang ingin memiliki anak menggunakan spermanya. Pengakuan tersebut menempatkan Durov sebagai salah satu tokoh teknologi paling kontroversial saat ini.

Donor Sperma

Dalam wawancara dengan majalah Prancis Le Point, Durov mengungkap bahwa jumlah anak biologisnya melampaui angka 100. Enam di antaranya lahir dari hubungan romantis dengan tiga wanita berbeda, sementara sisanya berasal dari program donor sperma di berbagai negara. Menariknya, Durov menegaskan bahwa ia tidak membedakan status anak-anak tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagi saya, tidak ada perbedaan antara anak yang lahir dari hubungan pribadi dan anak yang lahir melalui donor sperma. Mereka semua adalah anak saya," ujar Durov.

Awal Mula Donor Sperma

Pavel Durov

Foto: dok. Instagram

Ia mengaku mulai mendonorkan sperma sejak 2010, awalnya untuk membantu seorang teman. Keputusan itu berlanjut setelah seorang dokter menyebut kualitas genetiknya sebagai sesuatu yang patut dibagikan.

"Dokter mengatakan bahwa berbagi materi genetik berkualitas tinggi adalah bentuk tanggung jawab sipil," ungkapnya.

Selama 15 tahun, Durov mengklaim telah membantu lebih dari 100 pasangan di 12 negara untuk memiliki anak. Menurutnya, langkah tersebut juga didorong oleh kekhawatiran global terhadap krisis kesuburan pria.

"Dunia sedang menghadapi penurunan kualitas dan jumlah sperma, serta kelangkaan donor dengan kondisi genetik yang baik," katanya.

Semua Anak Berhak atas Warisan

pavel durov

Foto: Instagram @durov

Tak berhenti di situ, Durov juga menyatakan seluruh anak biologisnya memiliki hak yang sama, termasuk dalam urusan warisan.

"Selama mereka dapat membuktikan kesamaan DNA dengan saya, suatu hari nanti, mungkin 30 tahun dari sekarang, mereka berhak atas bagian dari harta warisan saya setelah saya tiada," kata Durov dalam wawancara di podcast Lex Fridman, Oktober lalu.

Dengan kekayaan bersih yang diperkirakan mencapai US$17,1 miliar atau sekitar Rp 286 triliun, menurut Forbes, pernyataan tersebut tentu memicu perdebatan luas, mulai dari etika hingga implikasi hukum lintas negara.

Kehidupan Pribadi dan Sengketa Hukum

pavel durov

Foto: Instagram @durov

Di balik citra filantropis dan idealis yang kerap ia tampilkan, kehidupan pribadi Pavel Durov juga diwarnai kontroversi. Ia diketahui memiliki dua anak dari hubungan pada 2009 dan 2010, serta tiga anak lainnya dari hubungannya dengan Irina Bolgar, seorang pengacara hak asasi manusia yang bermukim di Swiss.

Hubungan tersebut kini berujung pada sengketa hukum. Bolgar menuduh Durov menghentikan dukungan finansial sejak 2023 dan melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak-anak mereka. Seluruh tuduhan itu telah dibantah secara tegas oleh pihak Durov.

Situasi ini memunculkan kontras yang mencolok dengan pernyataan Durov, di mana ia mengaku siap membagi warisan kepada lebih dari 100 anak biologisnya hasil donor sperma.

Dijuluki 'Mark Zuckerberg Rusia'

Elon Musk dan Pavel Durov

Foto: Business Today

Pavel Durov lahir pada 10 Oktober 1984 di Leningrad, Uni Soviet (kini St. Petersburg). Ia menghabiskan sebagian masa kecilnya di Turin, Italia, sebelum kembali ke Rusia dan lulus dari Saint Petersburg State University pada 2006.

Terinspirasi oleh Facebook, Durov mendirikan VKontakte (VK), yang dengan cepat menjadi jejaring sosial terbesar di Rusia. Julukan "Mark Zuckerberg Rusia" pun melekat padanya. Namun, prinsip libertariannya membuat ia berseberangan dengan pemerintah Rusia.

Pada 2014, Durov didepak dari jabatannya sebagai CEO VK setelah menolak menyerahkan data pengunjuk rasa Ukraina kepada otoritas. Sejak saat itu, ia memilih hidup di pengasingan dan kini menetap di Dubai.

Membangun Telegram & Kontroversinya

Pavel Durov, Anak Tiri di Negeri Sendiri

Foto: Instagram/durov

Bersama sang adik, Nikolai Durov, ia mendirikan Telegram pada 2013. Aplikasi ini dikenal karena komitmennya terhadap privasi, enkripsi end-to-end, serta kebebasan berekspresi. Pada Maret 2025, Telegram diklaim telah menembus satu miliar pengguna.

Dalam salah satu unggahannya, Durov bahkan menyindir pesaingnya.

"Di depan kita berdiri WhatsApp, tiruan murah dari Telegram. Mereka mencoba menyalin inovasi kami selama bertahun-tahun, membakar miliaran dolar untuk melobi dan kampanye PR. Mereka gagal," tulis Durov.

Namun, fokus Telegram pada kebebasan juga menuai kritik. Pada 2024, Durov sempat ditangkap di Paris atas dugaan membantu tindak kejahatan seperti pencucian uang, perdagangan narkoba, dan distribusi pornografi anak melalui platformnya. Ia menyebut tuduhan tersebut tidak masuk akal.

"Fakta bahwa penjahat menggunakan layanan pesan kami, seperti mereka menggunakan banyak platform lain tidak menjadikan pengelolanya sebagai penjahat," tegas Durov.

Menghindari Sorotan Publik

pavel durov

Foto: Instagram @durov

Berbeda dengan banyak miliarder teknologi lainnya, Pavel Durov justru menjauh dari sorotan publik. Ia hampir selalu tampil serba hitam, jarang hadir di acara besar, dan selektif dalam memberikan wawancara. Bagi Durov, keheningan tampaknya lebih bermakna daripada popularitas.

Tidak lewat banyak kata, sosoknya justru menjadi viral melalui tindakan-tindakan yang kontroversial, mulai dari keputusan aktif mendonorkan sperma, menawarkan IVF gratis, hingga pengakuannya memiliki ratusan anak biologis. Kontras inilah yang membuat figur Durov terus memancing perhatian publik, meski ia sendiri memilih berada di balik layar.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads