CEO Telegram Pavel Durov kembali menarik perhatian publik lewat keputusan tak lazim terkait isu kesuburan. Di usia 41 tahun, miliarder asal Rusia itu mengaku aktif mendonorkan spermanya dan bahkan bersedia menanggung seluruh biaya in vitro fertilization (IVF) bagi perempuan berusia di bawah 37 tahun yang ingin memiliki anak menggunakan spermanya.
Durov mengklaim telah menjadi ayah biologis bagi setidaknya 100 anak melalui program donor sperma, di luar enam anak yang ia miliki dari tiga pasangan berbeda. Baginya, langkah tersebut bukan sekadar urusan pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab sosial di tengah krisis kesuburan pria yang kian mengkhawatirkan. Ia menilai dunia sedang menghadapi penurunan kualitas dan jumlah sperma, serta kelangkaan donor dengan kondisi genetik yang baik.
Dalam pandangannya, seluruh anak yang memiliki hubungan biologis dengannya memiliki kedudukan yang sama, termasuk dalam hal warisan.
"Selama mereka dapat membuktikan kesamaan DNA dengan saya, suatu hari nanti mungkin 30 tahun dari sekarang mereka berhak atas bagian dari harta warisan saya setelah saya tiada," ujar Durov dalam wawancara di podcast Lex Friedman, Oktober lalu.
Menurut laporan The Wall Street Journal, sperma Durov sempat menjadi 'komoditas'. Pada tahun lalu, puluhan wanita merespon iklan di sebuah klinik fertilitas di Moskow yang menawarkan spermanya secara gratis. Klinik tersebut menggambarkan Durov memiliki kompatibilitas genetik tinggi dan menyebut spermanya sebagai sangat diminati.
Meski kini ia tidak lagi mendonorkan sperma secara langsung, sampel dari donasi sebelumnya dilaporkan masih tersimpan di Klinik Altravita, Moskow. Demi menghindari masalah hukum, akses terhadap sampel tersebut dibatasi ketat. Hanya perempuan yang belum menikah dan berusia 37 tahun ke bawah yang memenuhi syarat.
Durov mulai mendonorkan sperma pada 2010. Awalnya untuk membantu seorang teman, ia menyebut telah membantu lebih dari 100 pasangan di 12 negara untuk memiliki anak.
Di balik citra filantropis itu, kehidupan pribadi Durov juga diwarnai kontroversi. Ia memiliki dua anak dari hubungan pada 2009 dan 2010. Dia pun punya tiga anak lainnya dengan Irina Bolgar, seorang pengacara hak asasi manusia yang tinggal di Swiss.
Keduanya kini terlibat sengketa hukum, di mana Bolgar menuduh Durov menghentikan dukungan finansial pada 2023 serta melaporkan dugaan kekerasan terhadap anak mereka. Pihak Durov telah membantah seluruh tuduhan tersebut.
Simak Video "Video: Ijonk Bebas Penjara, Tetap Wajib Bimbingan Bapas Tangerang"
(kik/kik)