Seorang ibu dan bayinya yang baru berusia 10 hari selamat dari gempa Turki dan Suriah. Ibu dan bayi ditemukan tiga setelah peristiwa yang menewaskan lebih dari 36 ribu orang itu.
Sang ibu, Necla Camuz, dan bayinya yang bernama Yagiz Ulas tertimbun reruntuhan gedung selama lebih dari 90 jam sebelum dievakuasi tim penyelamat. Dia terkubur dengan posisi sedang menggendong sang buah hati yang berbaring di dadanya saat gempa terjadi.
Terjebak dalam reruntuhan bangunan, Necla berjuang sekuat tenaga agar dia selamat bersama Yagiz. Sambil menunggu bala bantuan dan dalam kondisi terhimpit, wanita 33 tahun ini masih sanggup menyusui bayinya, demi bertahan hidup.
Saat akhirnya penyelamat datang dan mengeluarkannya dari reruntuhan, dia sempat tidak percaya akan selamat. Necla menyebut bahwa bayinya yang baru lahir lah yang membuatnya tetap bertahan.
"Mungkin jika bayi saya tidak cukup kuat menghadapi situasi ini, saya juga tidak akan kuat," tutur Necla kepada BBC.
Meskipun bisa menyusui bayinya sembari menunggu bantuan, Necla sendiri tidak mendapat asupan makanan maupun air untuk dirinya sendiri. Beruntung, fisiknya tetap kuat, bahkan dia masih bisa berteriak minta tolong begitu mendengar gonggongan anjing penyelamat, setelah tiga hari terkubur.
Ibu dan bayi tersebut tidak mengalami luka serius tapi tetap dilarikan ke rumah sakit. Keduanya dipulangkan dari rumah sakit setelah 24 jam mendapat perawatan.
Seperti dikutip dari People, saat gempa terjadi, Necla dan Yagiz sedang berada di dalam rumahnya di Provinsi Hatay, Turki, bersama suaminya, Irfan dan anak pertamanya, Yigit yang berusia 3 tahun. Irfan dan Yigit juga ditemukan dalam keadaan selamat namun mengalami luka serius di kaki.
Pascagempa, Necla dan 13 anggota keluarganya kini tidak punya rumah. Tapi dia tetap bersyukur karena masih hidup, dan bersyukur bayinya tidak akan mengingat kejadian menakutkan yang pernah dialaminya.
"Saya sangat senang dia masih bayi yang baru lahir dan tidak akan ingat apapun," pungkasnya.
Simak Video "Video: Satgas IDAI Bicara Prioritas Menyusui Bayi di Lokasi Bencana"
(hst/hst)