Mantan Model Playboy Ini Menangis Saat Curhat Susahnya Jadi Influencer

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 27 Apr 2019 15:22 WIB
Foto: Instagram Foto: Instagram

Jakarta -

Jika dilihat dari akun Instagram-nya. Sarah Harris tampak punya kehidupan glamour yang jadi impian banyak wanita. Mantan model Playboy tersebut memiliki wajah cantik dan tubuh seksi. Sebagai seorang influencer pun, ia cukup sukses mengumpulkan banyak follower. Sarah juga terlihat sering liburan dan mengunjungi tempat-tempat menarik.

Meski begitu, ternyata kehidupan Sarah Harris tentu tak selalu menyenangkan. Dalam sebuah video, model yang juga YouTuber tersebut mengungkap sisi gelap profesi selebgram atau influencer. Sambil menangis, ia bercerita sering menerima komentar jahat hingga diperlakukan berbeda karena berasal dari kota kecil.

"Selalu ada pro dan kontra untuk setiap pekerjaan, aku tidak mengeluh, aku sangat berterima kasih untuk kehidupan menakjubkan yang aku miliki. Aku tidak ingin menukarnya dengan apapun. Aku hanya ingin mengungkap beberapa hal tidak menyenangkan mengenai jadi influencer. Jadi semua yang kalian lihat online, ambil sedikit garam," ungkapnya dalam video terbaru yang diunggah YouTube.

Sarah Harris pun mengaku kerap dipandang sebelah mata hanya karena datang dari kota kecil. Tapi di saat yang bersamaan, teman-teman di daerah asalnya memperlakukannya berbeda. Ia mengaku jika sebagian orang tidak mengacuhkannya dan sebagian memanfaatkannya untuk mendapatkan barang gratis.

Mantan Model Playboy Ini Menangis Ceritakan Susahnya Hidup Jadi InfluencerFoto: YouTube Sarah Harris
Selain itu, ia juga kesal ketika orang menganggapnya dibayar tanpa melakukan apa-apa. "Apa yang paling mengesalkan adalah orang menganggap kami hanya duduk dengan handphone tidak melakukan apa-apa. Ada banyak waktu dan usaha untuk editing, mencari manajemen, membalas email, komentar, dan DM. Kamu harus mengatur blog di website, aplikasi, hal-hal yang tidak dipikirkan orang. Foto adalah bagian kecil dari pekerjaan," ungkapnya.

Hal lain yang membuatnya sedih adalah anggapan jika kehidupan influencer selalu sempurna dan mereka harus baik kepada semua orang. "Jika kamu melewati kesulitan atau keluargamu sakit atau kamu hanya sedang punya waktu yang tidak menyenangkan, hal-hal seperti itu bisa membuatmu down. Sangat sulit berpura-pura 100% oke ketika kamu tidak," kata Sarah.

Sambil menangis, Sarah pun mengaku mengalami bullying secara online. Ia mengatakan ada satu wanita yang sering mengatakan hal-hal buruk mengenai Sarah, keluarganya, dan pasangannya. Namun ia mengerti jika akan selalu ada orang yang demikian dalam pekerjaannya.

"Mudah untuk orang duduk di belakang ponsel atau komputer mereka dan mengatakan hal-hal mengerikan kepada kami karena kami 'berhak' menerimanya. Tapi yang ingin aku bilang adalah orang berjuang dengan perangnya masing-masing. Yang aku minta adalah kalian berpikir sebelum mengatakan hal mengerikan kepada orang," tutur Sarah.
(ami/ami)