Kisah Puteri Indonesia NTT 2019, Dulu Di-bully Mirip Ikan Louhan

Anggi Mayasari - wolipop Kamis, 28 Feb 2019 12:39 WIB
Puteri Indonesia NTT 2019 Maria Hostiana Napitupulu Foto: Instagram @officialputeriindonesia Puteri Indonesia NTT 2019 Maria Hostiana Napitupulu Foto: Instagram @officialputeriindonesia

Jakarta - Maria Hostiana Napitupulu merupakan finalis Puteri Indonesia 2019 yang mewakili Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, wanita yang juga berdarah Sumatra ini dulunya di-bully karena penampilannya yang unik dan tumbuh sebagai remaja yang gemuk.

Seperti dikutip dari laman Instagram Official Puteri Indonesia, Maria mengungkapkan bahwa tubuhnya dulu benar-benar gemuk dan besar. Dara kelahiran Kupang, NTT ini pun di-bully dan mendapat berbagai julukan karena wajah dan penampilannya yang tak biasa itu.

"Baju yang tadinya sebuah dress terusan, lalu hanya menjadi atasan saja. Hingga banyak julukan yang saya dapatkan mulai dari ikan Louhan, karena dahi yang besar sampai Undertaker (salah satu pegulat di WWE)," tutur Maria.



Hostiana NapitupuluPuteri Indonesia NTT 2019 Maria Hostiana Napitupulu
Foto: Instagram @officialputeriindonesia


Wanita berusia 23 tahun ini juga memiliki banyak pengalaman tak mengenakan yang membuatnya didiagnosa mengalami mental distress, yakni gangguan stres negatif yang bisa memicu kecemasan, depresi, dan akhirnya berpengaruh dalam kinerja serta keseharian seseorang. Bahkan Maria pun sampai memerlukan bantuan terapist.

"Banyak lagi pengalaman kurang mengenakan yang membuat saya sampai di titik dimana saya mempertanyakan nilai diri saya dan hidup memenuhi ekspektasi orang lain," imbuh Maria.



Setelah bangkit dan belajar dari pengalaman pribadinya, Maria aktif di berbagai komunitas peduli kesehatan mental di Jakarta seperti Into The Light dan Get Happy Indonesia. Disana, lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung ini menemukan bahwa banyak kasus tekanana mental dimulai ketika seseorang merasa buruk tentang dirinya sendiri, meragukan dirinya, dan merasa rendah diri.

[Gambas:Instagram]



Puteri Indonesia Nusa Tenggara Timur 2019 ini pun ingin mengangkat kampanye yang disebut dengan 'self-love, keep on your rhytm' yang bertujuan untuk membangun kesadaran tentang Self-Compassion dan menyadarkan bahwa setiap orang perlu untuk mengutamakan diri sendiri, mengikuti hati mereka, alih-alih mengikuti stereotif dan tetap berpegang pada stigma yang ada. Maria percaya bahwa stigma ini bisa dipatahkan dan banyak orang bisa diselamatkan.
(agm/eny)