Cerita Viral Wanita yang Hadiahkan Pacar Pusarnya Sendiri

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 01 Nov 2018 19:38 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -
Sebagai tanda cinta dan perhatian, pasangan sering saling memberikan kado. Biasanya pasangan akan memberi bunga, perhiasan, baju untuk kekasihnya. Tapi tidak dengan wanita ini yang mungkin ingin memberi hadiah yang lebih unik dan berkesan. Wanita bernama Paulina Casillas Landeros tersebut menghadiahkan pusarnya sendiri.

Hal ini sebenarnya sudah terjadi tiga tahun lalu. Namun tampaknya Paulina baru menyesali keputusan aneh tersebut baru-baru ini. Wanita 23 tahun tersebut pun menceritakan alasan mengapa ia sampai memotong bagian tubuh tersebut. Ternyata awalnya itu dikarenakan Puaulina kesal dengan keluarganya.

Wanita asal Meksiko tersebut pernah merasa kesal dengan keluarganya karena dilarang untuk menerapkan tato dan modifikasi tubuh. Karena itu, Paulina pun ingin balas dendam dengan cara yang tak biasa. Ketika itu, ia melakukan prosedur kontroversial untuk membuang bagian pusarnya sebagai simbol memutuskan hubungan dengan keluarga.

"Aku selalu punya masalah dengan keluargaku, aku tidak dekat dengan mereka ketika itu. Ketika itu modifikasi tubuh membuatku kagum, ada hal yang sangat menakjubkan tentang itu," ungkapnya dilansir The Sun.

Saat itu, Paulina memutuskan untuk memotong bagian pusar. Ia pun ingin menghadiahkannya kepada sang pacar. Alasannya karena sang pacar dianggap Paulina sangat mencintainya dan selalu ada di masa-masa susah.

"(Memberi potongan pusar) adalah sesuatu yang aku lakukan di waktu itu. Kami muda dan bodoh tapi itulah yang aku rasakan. Aku menaruhnya dalam tas kecil dengan tulisan 'Aku mencintaimu'. Itu sangat emosional. Dia menyimpannya dan akan menyimpannya selamanya karena dia tahu makna di baliknya. Kami hanya teman baik sekarang tapi kami akan selalu mencintai satu sama lain," kata Paulina.

Untungnya, semenjak peristiwa pemotongan pusar, hubungan Paulina dan keluarga telah membaik. Paulina pun mengaku jika ia menyesal jika mengingat apa yang dilakukan dulu. "Walaupun aku melakukannya untuk alasan yang salah, itu telah mengajarkanku aku seharusnya berpikir dulu sebelum melakukan dan (luka pemotongan pusar) menjadi pengingat manis yang membentuk karakterku," tutur Paulina.
Kisah ini pun menjadiviral dan banyak diperbincangkan di media sosial sejak dipublikasi. Namun cerita tersebut dapat mengingatkan pada orang untuk berpikir secara matang sebelum mengambil hal ekstrem. "Aku menderita. Aku menghabiskan berhari-hari di tempat tidur seperti dikarantina. Aku tidak bisa meregang, mendorong, berdiri, atau tertawa. Itu akan sembuh sendiri tapi tidak 100%, itu akan pernah benar-benar tertutup,"ungkapnya. (ami/ami)