Kisah Wanita Terobsesi Punya Leher Jerapah, Nasib Akhirnya Tak Terduga

Anggi Mayasari - wolipop Minggu, 09 Sep 2018 09:57 WIB
Foto: istimewa Foto: istimewa

Los Angeles - Terobsesi berpenampilan seperti selebriti dengan jalan operasi plastik mungkin merupakan hal yang sudah biasa diketahui orang. Tapi, bagaimana jika seorang wanita terobsesi ingin seperti Jerapah?

Wanita asal Los Angeles yang bernama Sydney Smith ini terobsesi memiliki leher panjang seperti jerapah. Seperti dilansir dari Viral Thread, ia pun memasang deretan cincin di lehernya dengan harapan nantinya akan panjang dan berbentuk seperti jerapah.

Sydney Smith telah berusaha memanjangkan lehernya selama lima tahun setelah terobsesi pada jerapah. Wanita 31 tahun ini ingin dikenal di seluruh dunia karena lehernya yang panjang dan tidak normal.

Kisah Wanita Terobsesi Punya Leher Jerapah, Nasib Akhirnya Tak TerdugaSydney Smith terobsesi punya leher panjang seperti jerapah. Foto: istimewa

Namun, ia kini telah menyerah pada impiannya itu setelah melepas cincin leher ketat yang dikenakannya secara terus-menerus selama lima tahun.

Smith awalnya terinspirasi oleh orang-orang Kayan di Asia Tenggara, yang terkenal karena lehernya yang luar biasa panjang. Para wanita Kayan mulai mengenakan cincin leher pada usia lima tahun untuk membangun identitas budaya mereka.

Namun, keputusan Smith untuk menghapus kumparan yang melilit di lehernya datang setelah ia mulai merasa terisolasi. Hidup di lingkungan Amerika Serikat dengan mengenakan cincin di lehernya membuat Smith benar-benar merasa tak nyaman.
Kisah Wanita Terobsesi Punya Leher Jerapah, Nasib Akhirnya Tak TerdugaLima tahun pakai cincin leher, Sydney Smith akhirnya menyerah. Foto: istimewa

"Sebagai seorang wanita leher panjang dengan lima belas cincin di leher, saya tidak bisa berfungsi dengan baik di Amerika Serikat. Kecuali kamu bersedia untuk benar-benar mengisolasi diri sendiri dan sanggup untuk tidak perlu meninggalkan rumah, tidak perlu mengemudi, maka mungkin kamu bisa melakukannya," terang Smith.

"Saya menghabiskan lima tahun hidup dengan cincin di leher saya dan saya menjadi sangat tertutup, terisolasi. Saya merasa seperti cincin-cincin itu mengambil alih hidup saya dalam segala hal," tambahnya.


Simak Juga 'Silent Killer Itu Bernama Kanker Leher':


(agm/hst)