Ini Pangeran Abal-abal yang Bikin Pamela Anderson Berlutut di Depannya
Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 22 Jun 2017 04:22 WIB
Jakarta
-
Pangeran Stefan Cernetic dari Montenogre terpaksa harus meninggalkan kehidupan mewahnya setelah ditangkap polisi. Tapi tunggu dulu, Stefan sebenarnya bukan seorang pangeran.
Polisi menangkap Stefan atas dugaan pemalsuan identitas diri. Ya, pria asal Italia itu rupanya berpura-pura menjadi seorang pangeran dengan gelar "His Imperial and Royal Highness Stefan Cernetic, Hereditary Prince of Montenegro, Serbia and Albania". Ia bahkan mengaku sebagai keturunan Kaisar Constantine dari Romawi sekaligus kepala keluarga kerajaan Montenegro, sebuah negara kecil pecahan Yugoslavia.
Untuk meyakinkan orang-orang dirinya adalah seorang berdarah biru, ia bahkan membuat situs resmi. Situs tersebut dilengkapi dengan profil Stefan yang menyebut dirinya adalah "kepala keluarga Montenegro, Albania, dan Serbia dari abad ke-14 dan pertengahan abad ke-18". Stefan juga menyertai profilnya dengan silsilah keluarga, foto-foto, ilustrasi medal, gelar, dan sejumlah peraturan kerajaan.
Dan, orang-orang memercayainya. Dengan gelar palsu tersebut, pangeran abal-abal ini berhasil masuk ke lingkaran kaum bangsawan dan jet-set. Ia eksis di berbagai pesta yang dihadiri para pesohor.
Sejumlah foto yang Stefan unggah di Facebook menampilkan dirinya berpose bersama Pangeran Albert dari Monako dan petenis legendaris Novak Djokovic. Stefan bahkan pernah semeja dengan Putri Irena dari Yunani dalam sebuah resepsi.
'Korban' lainnya termasuk aktris Pamela Anderson. Seperti yang terlihat pada sebuah foto, Pamela berlutut di hadapan 'Pangeran' Stefan sebagai bentuk penghormatan. Dilansir Oddity Central, Pamela pernah menerima gelar 'Countess' dan 'Great Lady of Montenegro' dari Stefan pada Juni 2015. Ketiga putranya juga mendapatkan gelar ksatria.
"Yang Mulia, saya merasa terhormat dan bersyukur untuk pengakuan dari Kerajaan Montenegro. Saya juga sangat terharu oleh karena kebaikan Anda," kata Pamela kala itu.
Dalam menjalankan aksinya, Stefan didampingi seorang ajudan abal yang bertugas memastikan tuannya mendapatkan akomodasi kelas satu ketika berpergian. Tentu saja, free of charge alias gratis.
Namun, sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga. Tipu muslihat Stefan mulai terungkap setelah sebuah resor mewah di Italia tempat Stefan menginap mengirimkan tagihan ke Kedutaan Macedonia di Italia.
"Jangan kirimi kami tagihan tersebut karena kami tidak memiliki pangeran apalagi bersama Montenegro," demikian respons Kedutaan Macedonia. Informasi tersebut lantas disampaikan kepada kementerian luar negeri Italia dan investigasi pun dilakukan.
Butuh waktu satu tahun untuk menangkap Stefan. Namun tidak diketahui secara pasti alasan terkait kurun waktu tersebut.
"Faktanya, dia (Stefan) bukanlah seorang Balkan. Dia berasal dari Trieste dan orangtuanya adalah orang Italia," ujar Polisi Italia.
(dtg/kik)
Polisi menangkap Stefan atas dugaan pemalsuan identitas diri. Ya, pria asal Italia itu rupanya berpura-pura menjadi seorang pangeran dengan gelar "His Imperial and Royal Highness Stefan Cernetic, Hereditary Prince of Montenegro, Serbia and Albania". Ia bahkan mengaku sebagai keturunan Kaisar Constantine dari Romawi sekaligus kepala keluarga kerajaan Montenegro, sebuah negara kecil pecahan Yugoslavia.
Stefan bersama Pangeran Albert dari Monako. (Foto: Facebook/Stefan Cernetic) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan, orang-orang memercayainya. Dengan gelar palsu tersebut, pangeran abal-abal ini berhasil masuk ke lingkaran kaum bangsawan dan jet-set. Ia eksis di berbagai pesta yang dihadiri para pesohor.
Stefan dan Djokovic. (Foto: Facebook/Stefan Cernetic) |
Sejumlah foto yang Stefan unggah di Facebook menampilkan dirinya berpose bersama Pangeran Albert dari Monako dan petenis legendaris Novak Djokovic. Stefan bahkan pernah semeja dengan Putri Irena dari Yunani dalam sebuah resepsi.
'Korban' lainnya termasuk aktris Pamela Anderson. Seperti yang terlihat pada sebuah foto, Pamela berlutut di hadapan 'Pangeran' Stefan sebagai bentuk penghormatan. Dilansir Oddity Central, Pamela pernah menerima gelar 'Countess' dan 'Great Lady of Montenegro' dari Stefan pada Juni 2015. Ketiga putranya juga mendapatkan gelar ksatria.
Foto: Facebook/Stefan Cernetic |
"Yang Mulia, saya merasa terhormat dan bersyukur untuk pengakuan dari Kerajaan Montenegro. Saya juga sangat terharu oleh karena kebaikan Anda," kata Pamela kala itu.
Dalam menjalankan aksinya, Stefan didampingi seorang ajudan abal yang bertugas memastikan tuannya mendapatkan akomodasi kelas satu ketika berpergian. Tentu saja, free of charge alias gratis.
Namun, sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga. Tipu muslihat Stefan mulai terungkap setelah sebuah resor mewah di Italia tempat Stefan menginap mengirimkan tagihan ke Kedutaan Macedonia di Italia.
Foto: Facebook/Stefan Cernetic |
"Jangan kirimi kami tagihan tersebut karena kami tidak memiliki pangeran apalagi bersama Montenegro," demikian respons Kedutaan Macedonia. Informasi tersebut lantas disampaikan kepada kementerian luar negeri Italia dan investigasi pun dilakukan.
Butuh waktu satu tahun untuk menangkap Stefan. Namun tidak diketahui secara pasti alasan terkait kurun waktu tersebut.
"Faktanya, dia (Stefan) bukanlah seorang Balkan. Dia berasal dari Trieste dan orangtuanya adalah orang Italia," ujar Polisi Italia.
(dtg/kik)











































Stefan bersama Pangeran Albert dari Monako. (Foto: Facebook/Stefan Cernetic)
Stefan dan Djokovic. (Foto: Facebook/Stefan Cernetic)
Foto: Facebook/Stefan Cernetic
Foto: Facebook/Stefan Cernetic