Suami Cerita Sabarnya Dewi Sandra Jalani Umrah dengan Kursi Roda

Arina Yulistara - wolipop Minggu, 12 Feb 2017 08:18 WIB
Foto: Arina Yulistara Foto: Arina Yulistara

Jakarta - Dewi Sandra baru saja menjalankan ibadah umrah bersama tim Wardah dan suaminya, Agus Rahman. Selama berada di Tanah Suci, Dewi dibantu berjalan menggunakan kursi roda. Bahkan ketika harus melakukan thawaf dan sa'i, pemain film 'Haji Backpacker' itu juga menggunakan kursi roda didorong oleh sang suami.

Meski harus menggunakan kursi roda, Dewi tidak mengeluh. Ia tetap sabar dan mengatakan kepada Wolipop kalau dirinya malah merasa tidak enak dengan suami. Sebagai suami, Agus pun menuturkan kalau ia tentu tidak keberatan membantu istrinya untuk bisa beribadah. Ia juga bersyukur karena Dewi sangat sabar dengan kondisinya.

Suami Cerita Sabarnya Dewi Sandra Jalani Umrah dengan Kursi RodaFoto: Arina Yulistara/Wolipop

Saat berbincang dengan Wolipop, Agus mengatakan ia mendapat hikmah dari perjalanannya bersama Dewi kali ini pergi umrah dengan kursi roda. Salah satu hikmahnya, pria yang dikenal sebagai pebisnis itu bisa merasakan bagaimana perjuangan orang-orang yang memiliki keterbatasan saat beribadah di Tanah Suci.

"Hikmahnya kita jadi tahu gimana perjalanan orang-orang yang punya keterbatasan, kita bisa jadi lebih empati. Kedua kita mungkin dulu jalan di belakang orang yang punya keterbatasan suka ada perasaan mengeluh kok lama banget ya jalannya. Sekarang kita tahu sebenarnya mereka sudah berjalan secepat mungkin dengan keterbatasan itu, tapi itulah batas kemampuannya," papar Agus saat berbincang dengan Wolipop di Jeddah.
Suami Cerita Sabarnya Dewi Sandra Jalani Umrah dengan Kursi RodaFoto: Arina Yulistara/Wolipop

Selain itu, baik Agus maupun Dewi jadi menyadari kalau masjid memang seharusnya ada jalur khusus untuk pengguna kursi roda. Seperti di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang sudah memiliki jalur tersebut.

Dewi pun berharap semakin banyak masjid di Indonesia yang mempunyai jalur khusus untuk orang-orang di kursi roda atau memiliki keterbatasan fisik sehingga lebih memudahkan mereka dalam beribadah.

"Madinah dan Mekkah memang sudah well designed ya, sudah friendly dengan saudara-saudara yang difabel. Ada tempat khusus di belakang, dibuatnya dekat pintu biar gampang keluar-masuk, jadi nyaman. Kita jadi tahu oh ternyata di setiap masjid harusnya ada akses itu ya. Saya berharap di Indonesia akan ada, mungkin di masjid-masjid besar kayak Istiqlal sudah ada ya tapi belum semua masjid ada," ujar Dewi. (aln/kik)