Dian Sastrowardoyo Pantau Perkembangan Anak Saat Nonton Televisi
Arina Yulistara - wolipop
Selasa, 03 Mei 2016 16:09 WIB
Jakarta
-
Aktris Dian Sastrowardoyo sangat memperhatikan pertumbuhan anaknya. Ia tidak ingin putra dan putrinya tumbuh tanpa pantauan dari aktris berusia 34 tahun itu. Oleh sebab itu, Dian berusaha untuk mendampingi anak-anaknya ketika sedang beraktivitas termasuk saat menonton televisi.
Menurut brand ambassador dari Samsung itu, anak kecil bisa merekam kejadian di depannya dengan sangat baik. Begitu pula ketika menonton televisi atau bermain gadget. Maka dari itu, ia selalu mendampingi anak-anaknya saat melakukan aktivitas tersebut demi memantau perkembangan mereka.
"Lewat televisi saya memantau bagaimana daya tangkap anak, daya persepsinya, mereka nonton kartun dengan melihat gambarnya mereka akan coba menceritakan kembali kepada saya. Kita memang biasakan ada waktu dengan anam untuk membahas film yang ditonton sekalian mengecek apa yang mereka tangkap, kemampuan memahaminya seperti apa," papar Dian saat berbincang di acara peluncuran produk elektronik seperti kulkas, televisi, dan mesin cuci terbaru dari Samsung di CGV Blitz, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (3/5/2016).
Meskipun televisi bisa membantu meningkatkan daya persepsi anak namun selebriti yang kini menyukai olahraga lari itu mengingatkan bahwa proses belajar-mengajar di masa pertumbuhan anak tetaplah tugas orangtua. Oleh karena itu, Dian berusaha selalu ada di samping mereka saat sedang menonton televisi. Dian pun mengaku membatasi jam untuk menonton televisi agar anak tidak menjadi 'kecanduan'.
Istri Maulana Indraguna Sutowo itu menambahkan, menonton televisi dengan anak juga menjadi salah satu cara untuk menghabiskan quality time bersama buah hati tercinta. Hal tersebut tentu membuat aktris lulusan Fakultas Sastra Universitas Indonesia itu merasa bahagia.
Menyambung pernyataan Dian, psikolog Roslina Verauli, M. Psi., menambahkan, televisi, gadget, atau elektronik lainnya memang bisa meningkatkan rasa keharmonisan dalam keluarga yang tentu memberikan perasaan bahagia. Psikolog dengan sapaan akrab Vera itu menuturkan bahwa rasa bahagia bisa menular satu sama lain asalkan ada koneksinya.
Seperti misalnya televisi yang bisa menjadi media untuk 'menyalurkan' perasaan bahagia kepada orang-orang terdekat di sekitar Anda. Dengan menonton acara di televisi bersama suami atau keluarga dapat meningkatkan kebahagiaan masing-masing. Akan tetapi perlu diingatkan Vera, alat elektronik juga bisa membuat Anda tidak bahagia dalam keluarga bila tak bisa dimanfaatkan dengan baik.
"Sebenarnya gadget atau alat elektronik bisa berpengaruh besar tapi tergantung Anda maunya buruk apa baik. Elektronik bisa membuat seseorang menjadi sangat individual sehingga tidak tercipta keharmonisan dalam keluarga karena sibuk dengan gadget masing-masing atau bisa dimanfaatkan untuk membuat keluarga berkumpul yang nantinya tercipta rasa bahagia. Jadi tergantung Anda pilihannya," tambahnya.
(aln/eny)
Menurut brand ambassador dari Samsung itu, anak kecil bisa merekam kejadian di depannya dengan sangat baik. Begitu pula ketika menonton televisi atau bermain gadget. Maka dari itu, ia selalu mendampingi anak-anaknya saat melakukan aktivitas tersebut demi memantau perkembangan mereka.
"Lewat televisi saya memantau bagaimana daya tangkap anak, daya persepsinya, mereka nonton kartun dengan melihat gambarnya mereka akan coba menceritakan kembali kepada saya. Kita memang biasakan ada waktu dengan anam untuk membahas film yang ditonton sekalian mengecek apa yang mereka tangkap, kemampuan memahaminya seperti apa," papar Dian saat berbincang di acara peluncuran produk elektronik seperti kulkas, televisi, dan mesin cuci terbaru dari Samsung di CGV Blitz, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (3/5/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri Maulana Indraguna Sutowo itu menambahkan, menonton televisi dengan anak juga menjadi salah satu cara untuk menghabiskan quality time bersama buah hati tercinta. Hal tersebut tentu membuat aktris lulusan Fakultas Sastra Universitas Indonesia itu merasa bahagia.
Menyambung pernyataan Dian, psikolog Roslina Verauli, M. Psi., menambahkan, televisi, gadget, atau elektronik lainnya memang bisa meningkatkan rasa keharmonisan dalam keluarga yang tentu memberikan perasaan bahagia. Psikolog dengan sapaan akrab Vera itu menuturkan bahwa rasa bahagia bisa menular satu sama lain asalkan ada koneksinya.
Seperti misalnya televisi yang bisa menjadi media untuk 'menyalurkan' perasaan bahagia kepada orang-orang terdekat di sekitar Anda. Dengan menonton acara di televisi bersama suami atau keluarga dapat meningkatkan kebahagiaan masing-masing. Akan tetapi perlu diingatkan Vera, alat elektronik juga bisa membuat Anda tidak bahagia dalam keluarga bila tak bisa dimanfaatkan dengan baik.
"Sebenarnya gadget atau alat elektronik bisa berpengaruh besar tapi tergantung Anda maunya buruk apa baik. Elektronik bisa membuat seseorang menjadi sangat individual sehingga tidak tercipta keharmonisan dalam keluarga karena sibuk dengan gadget masing-masing atau bisa dimanfaatkan untuk membuat keluarga berkumpul yang nantinya tercipta rasa bahagia. Jadi tergantung Anda pilihannya," tambahnya.
(aln/eny)
