Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Miss Universe 2015

Ini Deretan Wanita Cantik yang Hanya Sesaat Jadi Ratu Sejagad

Hestianingsih - wolipop
Senin, 21 Des 2015 16:07 WIB
...
Foto: REUTERS/Steve Marcus
Jakarta - Kesalahan dalam penyebutan pemenang pernah beberapa kali terjadi pada beberapa kontes kecantikan. Mulai dari tingkat daerah hingga internasional, sejumlah kontestan terpaksa menangguk malu dan kekecewaan karena harus merelakan gelarnya diberikan kepada orang lain. Siapa saja?

1. Miss Colombia 2014

Tak sampai lima menit, Miss Colombia Ariadna Gutierrez menikmati kebahagiaannya menyandang gelar Miss Universe 2015. Sesaat setelah maju ke panggung dan melambaikan tangan, host Steve Harvey mengumumkan telah keliru menyebutkan nama pemenang. Miss Universe 2015 yang seharusnya adalah Miss Philippines Pia Alonzo Wurtzbach, diumumkan pada Minggu (20/12/2015) malam, waktu Las Vegas, AS. Mahkota pun harus berpindah dari Ariadna kepada Pia.

2. Miss Canada 2013

Denise Garrido menyandang gelar Miss Universe Canada 2013, namun hanya dalam 24 jam. Kesalahan ada pada pihak penyelenggara yang keliru dalam penghitungan nilai. Untuk menentukan pemenang, penghitungan skor dilakukan secara matematis dan memunculkan nama Denise sebagai penyandang gelar nasional tersebut. Namun sebenarnya ia hanya runner up ketiga. Pemenang yang sebenarnya adalah Riza Santos, asal Calgary, Alberta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam pengesahan hasil melalui penghitungan komputer (yang terjadi di hari berikutnya), ditemukan ada kesalahan penulisan dalam daftar lima kontestan teratas, yang secara signifikan memengaruhi hasil akhir kompetisi," ujar Direktur Miss Universe Canada Denis Davila, seperti dikutip Daily Mail dari Toronto Sun.

Denis mengklaim bahwa kesalahan tersebut baru pertamakalinya terjadi selama 11 tahun Miss Canada Pageant diselenggarakan Beauties of Canada. Denise pun meminta maaf secara resmi pada wanita berusia 29 tahun itu.  

3. Miss Florida 2014

Elizabeth Fechtel hanya enam hari merasakan kebahagiaannya dinobatkan sebagai Miss Florida. Satu minggu setelah pengumuman pemenang kompetisi kecantikan tingkat lokal itu, Elizabeth diberitahu bahwa Miss Florida 2014 bukanlah dirinya. Organisasi Miss Florida meralat bahwa mahkota dan gelar itu sebenarnya milik Victoria Owen, yang sebelumnya menjadi runner up 1.

Pihak penyelenggara memberi klarifikasi bahwa salah satu dari lima juri berubah pikiran di detik-detik terakhir penjurian. Ia menuliskan hasil perubahan penilaiannya di secarik kertas, yang sayangnya, tidak terlihat oleh pengumpul voting. Setelah review dan audit, Miss Florida baru sadar bahwa bukan Elizabeth yang berhak menerima mahkota tersebut.

"Organisasi kami harus melakukan hal yang benar, dan yang bisa dilakukan adalah memberikan mahkota kepada wanita muda yang berhak menerimanya," ujar Mary Sullivan, executive director kontes kecantikan Miss Florida, seperti dilansir NBC News.   

Mendapatkan kabar tersebut saat dirinya telah melakukan sejumlah wawancara dengan media lokal dan cuti kuliah untuk mempersiapkan kontes skala nasional Miss America, Elizabeth dikabarkan sangat sedih, kesal, keluarganya pun kecewa. Atas batalnya Elizabeth jadi Miss Florida, selain menyerahkan gelar dan mahkota, wanita berusia 21 tahun itu juga harus mengembalikan uang beasiswa bernilai ribuan dollar Amerika, yang merupakan salah satu hadiah kemenangan.   

4. Miss Delaware 2014

Amanda Longacre, dinobatkan sebagai Miss Delaware pada 14 Juni 2014. Namun gelar tersebut dibatalkan karena ternyata usianya sudah melebihi persyaratan yang ditentukan organisasi Miss America. Saat penyematan mahkota dan pemasangan selendang, Amanda masih berusia 24 tahun. Namun pada 22 Oktober di tahun yang sama, usianya sudah beranjak 25 tahun. Sedangkan batasan usia yang ditentukan adalah 17 hingga 24 tahun sehingga kemenangan Amanda dianggap sebagai pelanggaran peraturan.

Mahkota dan gelar Miss Delaware akhirnya diberikan kepada runner up 1 Brittany Lewis. Meskipun batal menjadi pemenang, Amanda tetap berhak menerima uang beasiswa sebesar USD 9.000 karena ia tidak melakukan pemalsuan data saat mendaftar. Ia dengan jelas mencantumkan tanggal lahir pada aplikasi pendaftaran dan kesalahan ada pada pihak panitia yang tidak teliti saat menyeleksi. (hst/hst)
...
Hide Ads