Intimate Interview
Nyle 'ANTM', Si Tampan yang Punya Misi Mulia untuk Kaum Tunarungu
Daniel Ngantung - wolipop
Jumat, 18 Des 2015 09:59 WIB
Jakarta
-
Nyle DiMarco mencuri perhatian ketika muncul di ajang America's Next Top Model (ANTM) Cycle 22. Bukan hanya karena ketampanannya. Tapi, ia seorang tunarungu sejak lahir. Kini, sebagai pemenang kompetisi tersebut, Nyle bermisi untuk membela hak kaumnya.
Nyle yang lahir 26 tahun lalu di Queens, New York, AS, itu mengukir sejarah dalam riwayat ANTM. Ia menjadi tunarungu pertama yang memenangkan kompetisi modeling besutan supermodel senior Tyra Banks itu. Sekaligus, pemenang yang terakhir mengingat ANTM Cycle 22 adalah musim final.
Bagi pemuda bermata biru ini, kemenangan tersebut adalah sebuah pembuktian diri bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.
Diakuinya, berkompetisi di ajang ANTM memang bukanlah hal mudah. Ia sempat merasa terkucilkan lantaran masalah komunikasi. Rekan-rekannya sesama kontestan tidak memahami American Sign Language (ASL), bahasa isyarat Amerika yang ia gunakan sehari-hari.
Nyle yang selama kompetisi dibantu seorang penerjemah ASL juga harus menghadapi sejumlah pemotretan yang menyulitkannya menerima instruksi dari mentor dan fotografer.
"Pemotretan malam hari di tengah hutan adalah pemotretan yang cukup menantang buat saya. Sangat gelap sampai saya tidak bisa melihat penerjemah mengartikan instruksi fotografer. Sudah tuli, saya jadi buta," katanya kepada Wolipop di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (17/12/2015).
Baca Juga: 25 Selebriti Wanita yang Sukses Berbisnis
Wolipop mendapat kesempatan untuk berbincang dengan sang model atas undangan Oppo, perusahaan ponsel pintar yang mensponsori ANTM Cycle 22. Hadir pula dalam kesempatan itu, Mame Adjei, runner up ANTM 22.
Tentang prestasinya di ajang tersebut, ia juga memaknainya sebagai sebuah gebrakan besar bagi komunitas tunarungu. Ia berharap kemenangan tersebut dapat menginspirasi sesama difabel di seluruh dunia untuk optimis meraih impiannya.
"Anda bisa menjadi siapa saja yang Anda mau," kata pemegang gelar sarjana matematika itu.
Kesuksesannya di ANTM tentu sangat berarti bagi Nyle dalam merintis karier sebagai model. Semakin besar peluangnya untuk menjadi model sukses. Ia juga ingin mengembangkan kariernya di dunia akting.
Tapi menurut pria yang pernah membintangi serial tv 'Switched at Birth' itu, kemenangan tersebut bukan hanya tentang dirinya. Ia ingin memanfaatkannya untuk kebaikan sesama penyandang tunarungu. Ada misi mulia di balik kemenangannya.
Bagai kacang yang tidak lupa kulitnya, Nyle berharap dapat bekerjasama dengan berbagai organisasi di seluruh penjuru dunia yang menaruh perhatian pada persamaan hak kaum tunarungu. Menurut pria yang mengidolakan model David Gandy itu, masih banyak tunarungu yang belum mendapatkan hak mereka sepenuhnya sehingga penting baginya untuk turun tangan.
"Saya selalu ingin menjadi juru bicara kaum tunarungu untuk membangun kesadaran masyarakat tentang isu persamaan hak kaum tunarungu. Masih banyak penyandang tunarungu, terutama anak-anak, yang sulit mengakses hak-hak mereka," kata Nyle yang juga ingin memopulerkan ASL.
(dng/hst)
Nyle yang lahir 26 tahun lalu di Queens, New York, AS, itu mengukir sejarah dalam riwayat ANTM. Ia menjadi tunarungu pertama yang memenangkan kompetisi modeling besutan supermodel senior Tyra Banks itu. Sekaligus, pemenang yang terakhir mengingat ANTM Cycle 22 adalah musim final.
Bagi pemuda bermata biru ini, kemenangan tersebut adalah sebuah pembuktian diri bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.
![]() |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nyle yang selama kompetisi dibantu seorang penerjemah ASL juga harus menghadapi sejumlah pemotretan yang menyulitkannya menerima instruksi dari mentor dan fotografer.
![]() |
"Pemotretan malam hari di tengah hutan adalah pemotretan yang cukup menantang buat saya. Sangat gelap sampai saya tidak bisa melihat penerjemah mengartikan instruksi fotografer. Sudah tuli, saya jadi buta," katanya kepada Wolipop di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (17/12/2015).
Baca Juga: 25 Selebriti Wanita yang Sukses Berbisnis
Wolipop mendapat kesempatan untuk berbincang dengan sang model atas undangan Oppo, perusahaan ponsel pintar yang mensponsori ANTM Cycle 22. Hadir pula dalam kesempatan itu, Mame Adjei, runner up ANTM 22.
Tentang prestasinya di ajang tersebut, ia juga memaknainya sebagai sebuah gebrakan besar bagi komunitas tunarungu. Ia berharap kemenangan tersebut dapat menginspirasi sesama difabel di seluruh dunia untuk optimis meraih impiannya.
"Anda bisa menjadi siapa saja yang Anda mau," kata pemegang gelar sarjana matematika itu.
![]() |
Kesuksesannya di ANTM tentu sangat berarti bagi Nyle dalam merintis karier sebagai model. Semakin besar peluangnya untuk menjadi model sukses. Ia juga ingin mengembangkan kariernya di dunia akting.
Tapi menurut pria yang pernah membintangi serial tv 'Switched at Birth' itu, kemenangan tersebut bukan hanya tentang dirinya. Ia ingin memanfaatkannya untuk kebaikan sesama penyandang tunarungu. Ada misi mulia di balik kemenangannya.
Bagai kacang yang tidak lupa kulitnya, Nyle berharap dapat bekerjasama dengan berbagai organisasi di seluruh penjuru dunia yang menaruh perhatian pada persamaan hak kaum tunarungu. Menurut pria yang mengidolakan model David Gandy itu, masih banyak tunarungu yang belum mendapatkan hak mereka sepenuhnya sehingga penting baginya untuk turun tangan.
"Saya selalu ingin menjadi juru bicara kaum tunarungu untuk membangun kesadaran masyarakat tentang isu persamaan hak kaum tunarungu. Masih banyak penyandang tunarungu, terutama anak-anak, yang sulit mengakses hak-hak mereka," kata Nyle yang juga ingin memopulerkan ASL.
(dng/hst)













































