Berkat Miranda Kerr, Dua Gajah Tidak Akan Berjalan Pincang Lagi
Daniel Ngantung - wolipop
Sabtu, 26 Sep 2015 09:28 WIB
Jakarta
-
Jika Motala dan Mosha bisa berbicara layaknya manusia, mungkin mereka akan sangat berterima kasih kepada supermodel Miranda Kerr. Kenapa begitu?
Motala dan Mosha adalah dua ekor gajah yang terluka kakinya akibat ranjau. Kaki mereka terpaksa diamputasi karena luka yang sangat parah.
Tapi, keduanya akan bisa berjalan normal lagi setelah cetakan kaki palsu telah dicocokkan ke kaki mereka. Semuanya mustahil terjadi tanpa kedermawanan seorang Miranda Kerr.
Tahun lalu, mantan istri aktor Orlando Bloom itu mendonasikan dana sebesar 100.000 dolar AS atau sekitar Rp 1,5 miliar kepada Friends of the Asian Elephant (FAE), yayasan pelindung gajah yang berbasis di Thailand.
Dari dana itulah, pembiayaan kaki palsu Motala dan Mosha berasal. Dalam foto-foto yang dirilis FAE belum lama ini memperlihatkan tim Chantilly, pusat perawatan tulang hewan yang berbasis di Virginia, Amerika Serikat, melakukan pengepasan kaki tiruan. Setelah proses pengepasan, cetakan kaki palsu itu lalu dibawa kembali ke Chantilly.
"Ketika saya berterima kasih kepadanya, Miranda bilang dia sangat mengapresiasi upaya yayasan saya dan senang bisa membantu," ujar Soraida Salwala, Pendiri dan Sekretaris Jenderal FAE kepada Daily Mirror, Kamis (24/9/2015).
Di balik perawakannya yang seksi, Miranda memang dikenal sebagai sosok yang dermawan, terutama untuk soal pelestarian fauna. Sebagai pecinta hewan, wanita asal Australia itu memastikan perusahaan kosmetiknya, Kora Organics, tidak melibatkan hewan pada pengujian produknya.
Miranda yang dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara dengan pendiri Snapchat, Evan Spiegel, bukanlah satu-satunya model yang menaruh perhatian lebih pada masalah perlindungan gajah. Model internasional berdarah campuran Batak-Australia Nadya Hutagulung juga sama perhatiannya dengan Miranda.
Ibu tiga anak ini mendirikan organisasi Let Elephants Be Elephants (LEBE) bersama temannya, seorang aktivis gajah Dr. Tammie Matson. Fokus utamanya adalah untuk melindungi gajah dari perburuan gadingnya.
Lewat LEBE, wanita 40 tahun itu menyebarkan kampanye dengan video di seluruh Asia. Tujuannya agar negara-negara di Asia tidak memburu ataupun membeli gading gajah.
(eny/eny)
Motala dan Mosha adalah dua ekor gajah yang terluka kakinya akibat ranjau. Kaki mereka terpaksa diamputasi karena luka yang sangat parah.
Tapi, keduanya akan bisa berjalan normal lagi setelah cetakan kaki palsu telah dicocokkan ke kaki mereka. Semuanya mustahil terjadi tanpa kedermawanan seorang Miranda Kerr.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari dana itulah, pembiayaan kaki palsu Motala dan Mosha berasal. Dalam foto-foto yang dirilis FAE belum lama ini memperlihatkan tim Chantilly, pusat perawatan tulang hewan yang berbasis di Virginia, Amerika Serikat, melakukan pengepasan kaki tiruan. Setelah proses pengepasan, cetakan kaki palsu itu lalu dibawa kembali ke Chantilly.
"Ketika saya berterima kasih kepadanya, Miranda bilang dia sangat mengapresiasi upaya yayasan saya dan senang bisa membantu," ujar Soraida Salwala, Pendiri dan Sekretaris Jenderal FAE kepada Daily Mirror, Kamis (24/9/2015).
Di balik perawakannya yang seksi, Miranda memang dikenal sebagai sosok yang dermawan, terutama untuk soal pelestarian fauna. Sebagai pecinta hewan, wanita asal Australia itu memastikan perusahaan kosmetiknya, Kora Organics, tidak melibatkan hewan pada pengujian produknya.
Miranda yang dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara dengan pendiri Snapchat, Evan Spiegel, bukanlah satu-satunya model yang menaruh perhatian lebih pada masalah perlindungan gajah. Model internasional berdarah campuran Batak-Australia Nadya Hutagulung juga sama perhatiannya dengan Miranda.
Ibu tiga anak ini mendirikan organisasi Let Elephants Be Elephants (LEBE) bersama temannya, seorang aktivis gajah Dr. Tammie Matson. Fokus utamanya adalah untuk melindungi gajah dari perburuan gadingnya.
Lewat LEBE, wanita 40 tahun itu menyebarkan kampanye dengan video di seluruh Asia. Tujuannya agar negara-negara di Asia tidak memburu ataupun membeli gading gajah.
(eny/eny)










































