Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sifat Buruk Ben Affleck Buat Pernikahannya dengan Jennifer Garner Bubar

Kiki Oktaviani - wolipop
Rabu, 01 Jul 2015 13:47 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Getty Images
Jakarta -

Keputusan Jennifer Garner dan Ben Affleck bercerai cukup mengejutkan publik. Tidak ada yang menyangka bahwa pernikahan yang sudah terjalin selama 10 tahun itu berujung pada perpisahan. Sebelumnya, memang keduanya sempat digosipkan akan berpisah, namun pasangan selebriti tersebut malah menunjukkan kemesraan mereka.

Keputusan perpisahan tentu saja tidak dibuat begitu saja atau tanpa sebab. Berbagai sumber menerangkan bahwa sudah sejak lama sebenarnya hubungan rumah tangga Ben dan Jen memang sudah tak harmonis lagi. Disebut-sebut Benlah yang menjadi penyebab bubarnya rumah tangga mereka.

Desas-desus ketidakharmonisan rumah tangga mereka awalnya saat pembuatan film Argo pada 2011 yang disutradarai oleh Ben. Saat itu, Jen ingin menjenguk sang suami di lokasi syuting bersama anak-anaknya, namun aktor 42 tahu itu melarangnya. Satu bulan sebelumnya, Jen juga terlihat merayakan ulang tahunnya sendiri tanpa ditemani sang suami. Padahal Ben kala itu tengah berlibur ke Kanada dan tanpa mengenakan cincin kawin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut tetangga mereka kabarnya pasangan yang bertemu karena cinta lokasi di film Pearl Harbor pada 2001 itu memang sejak lama sudah tidak tinggal bersama. Namun saat Ben pulang ke rumah kehidupan mereka tampak baik-baik saja.

Salah satu penyebab keretakan rumah tangga mereka karena sifat Ben yang sangat keras. Seperti dikutip NY Daily News, sifatnya yang tersebut yang kadang menyulitkan Jen. "Dia keras kepala. Dia sulit untuk bisa fleksibele. Dia juga orang yang sangat moody. Untuk berkompromi dengannya bukanlah hal mudah," ujar sumber pada akhir Mei lalu.

Informan yang mengatakan kepada US Weekly juga menjelaskan bahwa pernikahan Ben dan Jen memang sudah tidak harmonis selama bertahun-tahun. "Ben yang sangat pekerja keras dan banyak faktor lainnya yang menjadi sumber masalah dalam rumah tangga mereka," ungkap sumber.

Mereka sudah berusaha menyelamatkan pernikahan dengan melakukan konseling dan terapi pernikahan. Namun tampaknya, keajiban tidak hadir pada hubungan mereka hingga akhirnya, pada 30 Juni kemarin, satu hari setelah 10 tahun pernikahan mereka, keduanya mengabarkan ke publik tentang perpisahan yang terjadi.

"Setelah banyak berpikir dan berbagai pertimbangan, kami telah membuat keputusan tersulit untuk bercerai. Kami akan terus menjadi teman dan mencintai satu sama lain dan berkomitmen sebagai orangtua untuk anak-anak kami yang kami minta dengan hormat privasinya selama waktu yang sulit ini," begitu pernyataan resmi pasangan tiga anak tersebut.

(kik/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads