Intimate Interview

Olivia Jensen, dari Akting ke Dunia Desain Mode

- wolipop Selasa, 31 Mar 2015 12:43 WIB
Foto: Robby Agus/Wolipop
Jakarta - Nama Olivia Jensen pertamakali dikenal publik lewat film 'Bukan Cinta Biasa' pada 2009. Sejak sukses menjadi lawan main Ferdy 'Element' dan Wulan Guritno di film garapan Benni Setiawan itu, wanita berusia 21 tahun ini pun langsung 'laris manis'.

Setiap tahunnya ada saja tawaran untuk terlibat dalam proyek film dan tak jarang, Olivia menjadi pemeran utamanya. 'Mari Lari' dan 'Strawberry Surprise' merupakan dua film terakhir yang dibintanginya pada 2014.

Mungkin tidak banyak yang tahu, kalau passion utama Olivia dalam berkarier sebenarnya bukan di dunia entertainment. Kepada Wolipop, aktris yang ditemukan oleh pencari bakat saat berjalan-jalan di mal ini mengatakan lebih tertarik di dunia fashion.

"Salah satu cita-cita aku dari kecil sebelum karier di entertainment sebenarnya mau bergerak di bidang fashion. Tapi saat itu belum tahu mau desain fashion atau kerja di majalah fashion jadi editor," tutur Olivia saat berbincang dengan Wolipop di bilangan Kemang, Jakarta Selatan.

Setelah lima tahun aktif di dunia akting, kini wanita berdarah campuran Batak-Denmark ini memutuskan untuk lebih serius meniti kariernya sebagai desainer fashion. Keseriusannya itu diperlihatkan dengan mengikuti kelas di sebuah lembaga pengajaran mode. Belum lama kursus, Olivia langsung mendapat tawaran untuk unjuk kreasi di ajang mode bergengsi Tanah Air, Jakarta Fashion Week 2015 (JFW) pada November lalu.

Bisa tampil perdana di salah satu pekan mode terbesar di Indonesia, menjadi sebuah kebanggaan sekaligus tantangan bagi wanita yang baru-bar ini melepas masa lajangnya. Bangga, karena ia bisa memamerkan karya hasil ide kreatifnya sendiri, namun tertantang karena Olivia baru mulai ikut sekolah mode.

"It was a big project for me. Lumayan challenging karena nggak gampang. Tapi jadi pengalaman, aku saat itu learning by doing. Banyak belajar dari situ," tutur aktris yang juga pernah membintangi sinetron dan FTV ini.

Olivia mengaku mengerjakan semuanya sendiri dalam proyek perdananya di JFW tersebut. Mulai dari merancang, membuat pola, hingga riset material yang akan digunakan. Kala itu ia banyak bermain dalam teknik digital printing dan berkolaborasi dengan fotografer Naraya Abimata. Mendesain busana di atas material bergambar digital printing tentu saja memiliki kesulitan tersendiri, terutama bagi Olivia yang memang baru belajar mendesain.

"Harus benar-benar memikirkan, bikin imaging untuk printing bagaimana, kain-kain yang dipakai. Nanti bajunya akan bagaimana. Very challenging. Banyak trial and error," cerita Olivia.

Selepas JFW, keinginan Olivia untuk mengembangkan kariernya sebagai desainer pun semakin kuat. Tepatnya sejak awal tahun 2015, Olivia mulai serius menciptakan brand busananya sendiri. Niatan wanita yang sehari-harinya lebih suka berpenampilan simple dan casual ini sebelumnya sering 'terjegal' oleh tawaran main film, pemotretan maupun membintangi iklan. Tapi kini Olivia mantap mendirikan label yang dinamai Olivia Jensen tersebut.

"Brand atas nama sendiri, karena aku sendiri yang desain. Sekarang lagi tahap produksi dan mudah-mudahan tahap dua bulan sudah bisa dibeli," ungkapnya.

Olivia memilih fokus pada rancangan busana ready to wear deluxe, atau semi formal. Ia menceritakan kalau koleksinya bisa dikenakan untuk ke kantor, meeting, hingga hangout dan kencan. Cocok dikenakan untuk acara formal namun tak menutup kemungkinan bisa dikenakan di momen yang lebih santai.

"Tidak casual tapi bukan gaun juga. Gaya rancang lebih ke simplicity. Cutting bersih, jahitan bersih. Sesuai karakter personal aku yang less is more. Jadi ingin tonjolkan di desainnya," ucapnya.

Dunia fashion design menarik perhatian Olivia, sebab ia merupakan orang yang senang menciptakan sebuah ide. Mewujudkan ide menjadi sesuatu yang nyata dan bisa dinikmati orang lain menjadi minat terbesarnya.

"Aku tipikal orang yang suka buat ide-ode. Mengkreasikan dari nothing into something. Itu hal terfavorit yang bikin aku sangat semangat saat mengerjakan sesuatu," tutur Olivia.

(hst/hst)