Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Hillary Clinton Dikabarkan Akan Jadi Model Sampul Majalah Vogue

wolipop
Selasa, 04 Nov 2014 08:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta -

Siapa model yang akan menghiasi sampul majalah Vogue Amerika selalu menjadi perbincangan hangat, khususnya di kalangan pembaca setianya. Kali ini perhatian para pencinta fashion kembali tertuju pada majalah tersebut, setelah sebelumnya sempat menuai pro dan kontra karena menampilkan pasangan Kim Kardashian dan Kanye West sebagai sampulnya pada edisi April 2014 lalu. Protes datang karena keduanya dianggap tidak layak tampil di halaman depan majalah yang kerap disebut sebagai 'fashion bible' itu.

Kembali ke kabar siapa sosok selanjutnya yang akan menerima 'penghargaan' jadi sampul Vogue Amerika, nama Hillary Clinton pun muncul. Istri dari mantan presiden Amerika Serikat Bill Clinton itu disebut-sebut sudah bertemu dengan pemimpin redaksi Vogue, Anna Wintour. Mereka dikabarkan mendatangi studio kerja desainer Michael Kors untuk mengepas baju.

Seperti dikutip Fashion 'N Style dan New York Daily News, seorang sumber mengatakan bahwa Anna terbilang jarang terlibat langsung dalam pemotretan sampul. Terlebih lagi menyempatkan terjun sendiri untuk pengepasan busana.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi untuk seseorang seperti Hillary dia (Anna) tentunya akan terlibat dalam setiap detail pemotretan. Dia benar-benar harus menyetujui bagaimana Hillary harus tampil," ungkap sumber.

Tahun lalu, Anna memang sempat menyatakan kalau Vogue tertarik mengajak Hillary tampil di sampul majalah. Saat pembukaan salah satu butik Oscar de la Renta, wanita yang khas dengan potongan rambut bob berponi itu berkata, "Kami semua di Vogue ingin menempatkan Presiden Wanita Pertama Amerika Serikat dalam cover."

Ya, Hillary memang disebut-sebut akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2016. Tampil di majalah Vogue, dianggap sebagai salah satu langkahnya untuk kampanye. Namun baik pihak Vogue maupun Hillary membantah kabar tersebut. Juru bicara Vogue mengatakan pertemuan mereka di studio Michael Kors hanya untuk bertegur sapa.

"Kami tidak ada rencana untuk cover," ujarnya. Sementara staf kantor Hillary mengatakan bahwa rumor tersebut tidak benar.

Sebelumnya, wanita berusia 67 tahun itu pernah menjadi sampul majalah Vogue pada Desember 1998, tepatnya saat ia masih menjadi Ibu Negara. Dalam foto sampul tersebut, Hillary tampak elegan mengenakan gaun beludru panjang warna hitam. Akankah momen itu terulang lagi?

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads