Beyonce Tuntut Kesetaraan Pendapatan untuk Wanita Bekerja
Eny Kartikawati - wolipop
Selasa, 14 Jan 2014 12:48 WIB
Jakarta
-
Penyanyi Beyonce termasuk salah satu wanita yang sukses dengan karir dan kehidupan keluarganya. Kesuksesannya itu tidak membuatnya lupa diri. Dia merasa perlu memperjuangkan nasib sesamanya. Beyonce menganggap wanita belum mendapatkan kesetaraan terutama dalam hal pendapatan.
Tuntutan kesetaraan hak itu disampaikan Beyonce dalam sebuah esai yang ditulisnya untuk The Shriver Report. Media tersebut dipimpin oleh Maria Shriver, jurnalis dan mantan istri aktor yang pernah menjadi gubernur California, Arnold Schwarzenegger.
"Kita harus berhenti percaya mitos kesetaraan gender. Sampai saat ini itu belum menjadi kenyataan," begitu tulis Beyonce dalam esainya yang berjudul 'Gender Equality Is a Myth'. Tulisan diva Amerika ini bisa diunduh secara gratis dalam laporan The Shriver Report yang berjudul 'A Woman's Nation Pushes Back From The Brink', sampai 15 Januari mendatang.
Dalam tulisannya, pelantun 'We Run the World' itu juga mengungkapkan keprihatinannya soal pendapatan atau gaji yang didapatkan wanita. Dia prihatin karena 50% pekerja di Amerika Serikat ini berjenis kelamin seperti dirinya.
"Tapi rata-rata yang didapat wanita hanya 77% dari pendapatan yang didapat pekerja pria. Kecuali pria dan wanita sama-sama mengatakan hal ini tidak dapat diterima, hal ini tidak akan berubah," tulis pemilik nama Beyonce Knowles-Carter itu.
Pada esainya tersebut, Beyonce tidak lupa menyerukan pada pria untuk memberikan dukungan pada istri, anak, ibu dan saudara perempuan mereka dalam menuntut kesetaraan pendapatan di dunia kerja. Dia berharap melalui tulisannya itu akan banyak orang tergerak sehingga wanita tidak lagi dirugikan.
Selain Beyonce, sejumlah selebriti lainnya juga menulis esai serupa untuk media milik Maria Shriver ini. Di antaranya ada aktris Eva Longoria yang menulis esai berjudul 'Empowering Latinas', Jennifer Garner dengan tulisan berjudul 'Turning Poverty Around: Training Parents to Help Their Kids' dan Jada Pinkett Smith dengan esai 'Human Trafficking and Slavery in the United States: You Don't See the Chains.'
(eny/eny)
Tuntutan kesetaraan hak itu disampaikan Beyonce dalam sebuah esai yang ditulisnya untuk The Shriver Report. Media tersebut dipimpin oleh Maria Shriver, jurnalis dan mantan istri aktor yang pernah menjadi gubernur California, Arnold Schwarzenegger.
"Kita harus berhenti percaya mitos kesetaraan gender. Sampai saat ini itu belum menjadi kenyataan," begitu tulis Beyonce dalam esainya yang berjudul 'Gender Equality Is a Myth'. Tulisan diva Amerika ini bisa diunduh secara gratis dalam laporan The Shriver Report yang berjudul 'A Woman's Nation Pushes Back From The Brink', sampai 15 Januari mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi rata-rata yang didapat wanita hanya 77% dari pendapatan yang didapat pekerja pria. Kecuali pria dan wanita sama-sama mengatakan hal ini tidak dapat diterima, hal ini tidak akan berubah," tulis pemilik nama Beyonce Knowles-Carter itu.
Pada esainya tersebut, Beyonce tidak lupa menyerukan pada pria untuk memberikan dukungan pada istri, anak, ibu dan saudara perempuan mereka dalam menuntut kesetaraan pendapatan di dunia kerja. Dia berharap melalui tulisannya itu akan banyak orang tergerak sehingga wanita tidak lagi dirugikan.
Selain Beyonce, sejumlah selebriti lainnya juga menulis esai serupa untuk media milik Maria Shriver ini. Di antaranya ada aktris Eva Longoria yang menulis esai berjudul 'Empowering Latinas', Jennifer Garner dengan tulisan berjudul 'Turning Poverty Around: Training Parents to Help Their Kids' dan Jada Pinkett Smith dengan esai 'Human Trafficking and Slavery in the United States: You Don't See the Chains.'
(eny/eny)










































