Kolaborasi Seni Garin Nugroho dengan Louis Vuitton
wolipop
Kamis, 27 Okt 2011 13:35 WIB
Jakarta
-
Louis Vuitton kembali mempersembahkan acara 'Louis Vuitton Art Talk' di Jakarta. Bincang seni kali ini dilakukan antara kurator seni ternama, Farah Wardani dengan seniman Garin Nugroho. Topik yang diangkat kali ini adalah "No Boundaries" yang berarti tanpa batas.
"No Boundaries" adalah perjalanan artistik Garin selama menekuni profesinya sebagai pembuat film independen dan seni pertunjukan. Hebatnya, karya Garin kali akan dipamerkan dalam sebuah pameran Louis Vuitton bertemakan "Trans-Figurations: Indonesian Mythologies" di Espace Culturel Louis Vuitton, Paris.
Sebagai salah satu pionir yang berperan dalam membentuk industri film Indonesia bergenre avant-garde, Garin Nugroho merasa tidak memiliki batasan dalam mengekspresikan dirinya dalam segala bentuk karya seni. Baginya, semua bagaikan kolaborasi antara pertunjukan, seni, film dan cara orang merespon keadaan sekitarnya dan diri sendiri.
Louis Vuitton Art pertama kali diadakan di tahun 2006 di Inggris. Program budaya ini dirancang untuk menyatukan pecinta seni, kritikus dan seniman untuk saling bertukar pikiran dan pendapat akan karya seni. Di Asia, diskusi ini telah diadakan di Hong Kong, Macau, Taipei dan Seoul.
(fer/eny)
"No Boundaries" adalah perjalanan artistik Garin selama menekuni profesinya sebagai pembuat film independen dan seni pertunjukan. Hebatnya, karya Garin kali akan dipamerkan dalam sebuah pameran Louis Vuitton bertemakan "Trans-Figurations: Indonesian Mythologies" di Espace Culturel Louis Vuitton, Paris.
Sebagai salah satu pionir yang berperan dalam membentuk industri film Indonesia bergenre avant-garde, Garin Nugroho merasa tidak memiliki batasan dalam mengekspresikan dirinya dalam segala bentuk karya seni. Baginya, semua bagaikan kolaborasi antara pertunjukan, seni, film dan cara orang merespon keadaan sekitarnya dan diri sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(fer/eny)










































